fbpx

Sabtu (14/9/2019) lalu kilang minyak milik perusahaan Arab Saudi, Aramco Saudi diledakkan oleh beberapa drone tanpa awak. Serangan ini memicu kerugian berupa hilangnya suplai 5 juta barel minyak atau sekitar 50% dari total produksi. Hal ini jelas langsung memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.

Melalui pantauan WTI (West Texas Intermediate) menunjukkan harga minyak mentah dunia melesat sebesar 20% dari $54.60 ke $63.30 pada Senin lalu, seperti yang dilansir dari Seputarforex.com. Menurut laporan CNBC Internasional pasca penyerangan ini juga akan menyebabkan harga minyak mengalami kenaikan hingga US$10.

Sedangkan menurut laporan Aljazeera, kelompok pemberontak Houthi dari Yaman mengaku sebagai dalang di belakang penyerangan ini. Namun di sisi lain, Amerika Serikat melalui Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, menuding Iran yang harus bertanggung jawab dalam perusakan fasilitas minyak tersebut.

Kasus penyerangan fasilitas kilang minyak Arab Saudi ini juga memperlihatkan bahwa naik turunnya harga minyak global tidak hanya disebabkan oleh kondisi perekonomian, namun juga konflik bersenjata atau ketegangan politik antar negara. Konflik telah membuat tekanan pada pasokan, mekanisme pasar, dan pada batas tertentu, faktor psikologis yang memengaruhi harga minyak.

Drama naiknya harga minyak dipastikan bakal berlangsung lama dan menegangkan, sebab menurut pemberitaan Reuters, pemulihan fasilitas minyak membutuhkan waktu berbulan-bulan. Harga minyak pun diperkirakan kan bergerak naik, apabila hal ini terjadi maka ekonomi dunia juga akan berpengaruh secara menyeluruh.

Penyerangan ini tak hanya mengundang reaksi dari dalam Arab Saudi namun juga dari berbagai negara, tak terkecuali Amerika dan Inggris. Kedua negara ini bahkan menawarkan bantuan pengamanan, namun ditolak oleh pemerintah Arab Saudi. Menurut Presiden Trump peristiwa ini akan mempengaruhi perkembangan dan situasi ekonomi di Amerika dan juga secara global. Sebab Amerika Serikat dan Arab Saudi merupakan dua negara yang merupakan produsen minyak terbesar di dunia. 

Penanganan dan dampak kenaikan harga minyak dunia

Adapun imbas dari peristiwa ini tak hanya soal kenaikan harga minyak namun juga membuat pasokan minyak mentah dunia berkurang. Sedangkan bagi negara pengimpor, kenaikan harga minyak menyebabkan perlambatan ekonomi, penurunan pendapatan bagi industri, hingga margin laba yang mengecil.

Besaran kenaikan harga minyak juga memiliki dampak yang lebih luas seperti penurunan penerimaan pajak, inflasi, defisit anggaran, hingga yang paling buruk adalah pengangguran. Sehingga dibutuhkan kebijakan yang tepat dalam mengurangi dampak ini.

Dikutip dari Tirto.id, hasil studi “The Great Plunge in Oil Prices: Causes, Consequences, and Policy Responses” yang disusun oleh John Baffes, Ayhan Kose, Franziska Ohnsorge, dan Marc Stocker menjelaskan pentingnya respons pemerintah dalam penanganan kenaikan harga minyak secara global.

Baffes menjelaskan upaya penanggulangan kenaikan harga minyak dapat dilakukan dengan kebijakan bidang moneter, fiskal, dan struktural yang disinkronisasi. Para pemangku kebijakan dan pembuat regulasi seperti bank sentral di tiap negara harus berkoordinasi dalam satu jalur agar solusi yang dihasilkan tidak saling bertabrakan.


Beberapa gambaran upaya konkret lain dalam laporan Baffes yakni melakukan reformasi di bidang energi dengan mulai menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan hingga diversifikasi bisnis di luar minyak.

Aramco, produsen minyak terbesar di dunia

Aramco Saudi atau Saudi Arabian Oil Co merupakan salah satu perusahaan minyak global terbesar di dunia yang merupakan hasil dari perjanjian konsensi antara Arab Saudi dan SOCAL (Amerika Serikat). Perusahaan nasional yang berpusat di Dhahran, Arab Saudi, diperkirakan memiliki nilai hingga US$10 triliun. Dikutip dari CNN Indonesia, Aramco memiliki level produksi minyak rata-rata berkisar 11-12juta barel per harinya. Selain itu perusahaan ini juga memiliki cadangan minyak sebesar 60juta barel yang mampu memasok kebutuhan minyak lokal.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *