fbpx

Membangun pitch deck menjadi hal yang sangat penting bagi perusahaan startup yang sedang berkembang. Baik startup itu masih berupa ide produk, atau sudah ada produknya, atau bahkan sudah didanai dalam beberapa putaran pendanaan dan telah bertumbuh, tetap saja startup yang baik harus memiliki pitch deck yang baik.

Karena alasan itulah, Jogja Digital Valley bekerja sama dengan Portofolio Indonesia, membuat mini-worskhop tentang kiat membuat pitch deck demi menembus program inkubasi Telkom Indigo pada Selasa (09/04) silam. Mini workshop diisi oleh Mahar Indra selaku co-founder Portofolio Indonesia, dan dihadiri oleh berbagai pelaku startup di Yogyakarta.

Apa itu Pitch Deck?

Secara umum, yang dimaksud pitch deck adalah presentasi singkat yang memberikan audiens informasi umum tentang bisnis yang sedang atau akan anda jalani. Salah satu alasan kenapa pitch deck menjadi penting adalah untuk menjelaskan produk secara sederhana. Karena tentu saja, produk secemerlang apapun, kalau tidak bisa dijelaskan dengan baik, tentu tidak akan dilirik siapapun.

Apa fungsi dari Pitch Deck?

“Fungsi paling penting dari pitch deck bagi startup adalah untuk menarik investor,” tegas Indra. Startup memang bukan bisnis biasa. Untuk membangun produk, butuh biaya yang tidak sedikit. Apalagi, dalam tahap-tahap awal, banyak startup yang belum bisa dimonetisasi untuk menghasilkan pendapatan. “Facebook saja butuh waktu lima tahun sampai akhirnya bisa memonetisasi dengan iklan dan dapat pendapatan.”

Bahkan sekalipun sudah mulai memiliki pendapatan, startup harus lebih mementingkan pertumbuhannya ketimbang pendapatannya. Karena sesuai tradisi, startup haruslah menjadi besar sekalian, atau ia akan mati. You either go big, or die. Maka itu, banyak startup yang dalam tahap awalnya harus sengaja “bakar duit” dengan memperbanyak pengeluarannya jauh melebihi pendapatannya demi pertumbuhan dan perkembangan bisnisnya.

Maka itu, startup harus bisa mendapatkan pendanaan besar dari investor untuk melewati masa-masa itu. Tidak jarang pendanaan ini bisa terjadi berkali-kali. Dari mulai swadana sendiri atau bootstrap, kemudian mendapat angel investor, kemudian mendapat seed round, kemudian series A, B, C, dan seterusnya.

Dalam tiap tahap pendanaan itulah, penting untuk startup manapun untuk terus meningkatkan kualitas pitch deck-nya.

Aturan Sederhana dalam Pitch Deck.

Pitch deck yang baik adalah yang dapat disajikan dengan singkat dan sederhana. 10-15 slide sudah cukup, lebih dari itu bisa dianggap terlalu banyak dan panjang.

Tampilan pitch deck juga perlu diperhatikan. Usahakan “sejuk” di mata, tidak terlalu banyak tulisan dan lebih perbanyak visual. Tulisan yang tidak terlalu banyak tersebut harus sederhana, singkat, padat, dan mudah dimengerti. Bahkan kalau perlu, asumsikan bahwa kata-kata tersebut dipahami oleh anak umur lima tahun.

Konten dalam Pitch Deck

Karena harus singkat dan padat, maka harus diperhatikan betul apa saja yang ada dalam pitch deck. Beberapa hal tersebut adalah:

Elevator Pitch

Bayangkan anda sedang naik elevator. Ternyata anda berada di elevator tersebut bersama seorang tak dikenal. Setelah berkenalan dan basa-basi, orang asing ini tertarik ketika mendengar bahwa anda memiliki sebuah bisnis. Anda pun hanya punya waktu kurang dari satu menit untuk menjelaskan bisnis anda sebelum anda harus berpisah dengan dia karena berbeda lantai tujuan.

Kiat untuk bisa menjelaskan sesuatu selama kurang dari satu menit, terutama bisnis dan produk anda, inilah yang disebut elevator pitch. Dalam pitch deck anda, siapkanlah bagian di mana anda harus menjelaskan tentang produk anda selama kurang dari satu menit saja. Kalau perlu, anda harus bisa mendefinisikan bisnis atau produk anda dalam satu kalimat tegas.

Masalah

Business Brainstorming Graph Chart Report Data Concept

Produk startup umumnya tumbuh dari suatu permasalahan yang ada di dunia. Jika tidak ada masalah, maka untuk apa produk anda ada? Banyak sekali startup gagal total karena memang membuat produk yang tidak menyelesaikan masalah apapun, atau memang sebenarnya tidak ada masalah apa-apa dan produk ini hanya mengada-ada.

Solusi

Sebagaimana racun dan penawarnya, dengan adanya masalah, maka produk anda harus hadir sebagai solusi atau penawar racun dari masalah yang ada. Jelaskan secara singkat, padat, dan jelas kenapa produk anda merupakan solusi dari permasalahan tersebut.

Market overview

Secara bisnis, anda harus bisa mendapat gambaran berapa luas target pasar anda. Jika target anda adalah anak muda, maka berapa jumlah anak muda yang menjadi target empuk anda? Di daerah mana saja? Dan seterusnya.

Business Model

Aerial view of business data analysis graph

Anda harus mulai memikirkan bagaimana meraih pendapatan dari produk anda melalui model bisnis. Jika produk anda berbayar, maka hal itu cukup jelas. Namun jika produk anda gratis, maka anda bisa memikirkan bagaimana cara memonetisasi user yang memakai produk anda secara gratis tersebut.

Team

Anda bisa menunjukan tim kerja anda, sekalipun tidak disarankan terlalu dalam membahas ini.

Traksi

business man show increase market share, growth of profit investment

Belakangan ini, lebih banyak investor yang tertarik pada produk yang sudah memiliki traksi, dan bukan sebatas masih dalam ide. Traksi berarti bagaimana user mulai menggunakan, memanfaatkan, mengkonsumsi produk anda dalam metriks tertentu yangs sesuai konteks.

Misalnya jika anda membangun marketplace, anda bisa mengukur traksi dari berapa orang yang berjualan di platform anda, berapa orang yang belanja di marketplace tersebut tiap harinya, berapa jumlah transaksi perdagangan, berapa yang menggunakan fasilitas rekening bersama di marketplace anda, dan lain sebagainya.

Artinya, produk anda jelas harus ada dulu dan berinteraksi dengan pengguna. Masalah apakah sudah ada pendapatan dari produk tersebut, tidak jadi soal. Yang penting ada traksi yang terlihat. Tunjukan traksi yang luar biasa dari produk anda dalam pitch deck, dan investor akan sulit menolak berinvestas pada startup anda.

Competitive Advantage

Anda bisa mendeskripsikan tentang keunggulan anda dibanding perusahaan atau produk lain yang serupa dengan anda. Bisa dilihat dari segi kualitas, harga, hingga pengalaman pengguna. Hindari mengatakan bahwa anda tidak memiliki pesaing dan produk anda orisinal belum pernah ada tandingannya, karena anda bisa dikira pembual.

Fund Rising Needs and Plans

Macro shot of financial concept

Jika investor benar-benar tertarik, anda harus bisa menjelaskan kebutuhan pendanaan anda. Berapa jumlah dana yang anda butuhkan dan bagaimana rencana kongkret anda untuk menggunakan dana tersebut guna benar-benar mencapai tujuan anda.

Anda harus benar-benar bisa membuat perencanaan yang baik atas dana yang akan anda terima. Jangan terlalu banyak sehingga tidak terdengar rasional, dan jangan pula terlalu sedikit dan membuat anda dianggap remeh oleh investor. Rasional dan sesuai dengan visi produk anda, itulah kuncinya.

Categories: Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *