fbpx

Kalau kamu seorang trader, maka kamu pasti mengenal Japanese candlesticks, karena hampir semua trader di belahan dunia manapun menggunakannya untuk membaca harga pada saat trading. Tahukah kamu “siapa yang menciptakan Japanese candlesticks?”, masih belum banyak yang tahu siapa pencipta candlestick. Mungkin trader lebih mengenal Steve Nison, tokoh yang mempopulerkan Japanese candlesticks. Munehisa merupakan trader abad 18 yang sangat dikagumi di Jepang dan juga seluruh dunia.

Contoh grafik Candlestick

Japanese candlesticks ternyata sudah digunakan sejak tahun 1755, atau lebih dari dua setengah abad yang lalu. Munehisa Homma (1724 – 1803) yang tidak lain adalah penciptanya , yang berprofesi sebgai pedagang beras dari Sakata, Jepang. Munehisa memperdagangkan berasnya di pasar beras Dojima di Osaka pada masa pemerintahan Shogun Tokugawa. Munehisa Homma sendiri pernah mencatat rekor pada pasar perdagangan berjangka beras dengan melakukan transaksi sebanyak 100 kali dan profit berturut-turut tanpa rugi.

Karena memiliki kemampuanya tersebut, membuatnya diangkat oleh

Pemerintah Jepang sebagai penasehat keuangan dan dianugerahi gelar ningrat yaitu “samurai”. Pada masa itu trader – trader Amerika dan Eropa belum banyak muncul.

Dalam bukunya ciptaannya “The Fountain of Gold – The Three Monkey Record of Money (1755)”, Munehisa mengatakan bahwa aspek psikologi berperan penting dalam dalam menentukan keberhasilan trading, dan emosi para pelaku pasar sangat menentukan fluktuasi harga komoditas beras. Memang pada saat itu perkembangan perdagangan berjangka di jepang bermula dari perdagangan komoditi beras.

Sebelum menemukan Candlesticks, Munehisa mencatat harga penutupan dan pembukaan setiap harinya pada kertas yang terbuat dari kulit. Ia pin juga mencatat harga tertinggi dan terendah, dan hal inilah yang menginspirasi dia untuk menciptakan candlesticks.

Candlesticks yang semula digunakan untuk komoditi beras, dalam perkembangannya juga mudah diterapkan pada perdagangan saham, forex, dan instrumen dagang lainnya.

Cukup mengejutkan bahwa analisa teknikal yang banyak dipakai oleh trader saat ini justru muncul dan diprakarsai oleh para pedagang beras, bukan pemain saham.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *