Apakah mengelola keuangan itu penting?

“Ah biasa saja,” katamu, “aku kan bukan akuntan, gak kuliah di fakultas ekonomi, jadi ya gak perlu serius-serius amat ngurus keuangan. Biasa saja. Kalau punya duit ya simpan, kalau mau makan atau belanja ya bayar. Simpel.”

Dari lubuk hatimu yang terdalam kamu tahu kalau kamu salah, salah total, salah total FATAL!

Mengelola keuangan tidak ada hubungannya dengan profesi akuntan ataupun jurusan kuliah. Selama kamu hidup di dunia yang mana uang menjadi alat tukar dan instrumen kekayaan, kamu wajib untuk lihai mengelola keuangan. Hal ini berlaku untuk siapapun kamu, remaja yang duduk di bangku sekolah, mahasiswa di bangku kuliah, dan tentu saja terutama sekali seseorang yang sudah bekerja, menikah, dan memiliki keluarga.

Kalau begitu, bukankah belajar mengelola keuangan baiknya saat sudah dewasa saja?

Sangat salah! Jika saat muda kamu tidak bisa mengatur keuangan, apalagi saat dewasa! Keterampilan mengelola keuangan itu adalah sesuatu yang dilatih dari muda, bukan didapat begitu saja ketika umur bertambah tua.

Jadi, untuk kamu anak muda yang sehat dan berbahaya, inilah tips mengelola keuangan yang bisa kamu terapkan.

Buatlah Rencana Keuangan, dan Patuhi Dengan Disiplin!

Buatlah rencana keuangan kamu sendiri

Orang yang bijak dan sukses tahu dari mana uangnya datang dan kemana uangnya pergi. Jika misalnya, sebagai mahasiswa kamu mendapat uang 800 ribu dari orangtuamu untuk hidup sebulan, maka kamu harus menentukkan kemana saja uangmu itu boleh pergi.

Misal, 80% untuk makan, 10% untuk keperluan kuliah, dan 10% untuk transportasi. Artinya, jatahmu makan adalah 640 ribu, keperluan kuliahmu 80.000, keperluan transportasimu juga 80.000. Maka jika dibagi tiga puluh hari, maka tiap harinya kamu punya 21.000 untuk makan dan masing-masing 3.000 untuk keperluan kuliah dan transportasi.

Tentu saja ini contoh yang sangat kasar. Pada akhirnya, memang kamu yang paling tahu keperluanmu dan situasi kondisi dari lingkunganmu. Berapa jumlah pendapatanmu? Apa saja keperluanmu? Di kisaran berapa biaya hidup tempatmu tinggal? Silahkan diperhitungkan.

Tidak masalah jika perencanaan keuanganmu kurang tepat, kamu bisa mengevaluasinya di akhir bulan. Kumpulkan semua bon dan catat pengeluaranmu per hari dengan cermat. Jika ada revisi, silahkan dilakukan bulan depan.

Karena yang paling celaka bukanlah apabila perencanaan keuanganmu salah, tapi jika kamu melanggar rencana keuangan yang sudah kamu buat. Bayangkan ketika kuota jatah makanmu untuk hari ini sudah habis, namun kamu nakal dan kamu jajan seenaknya. Tanpa sadar kamu mengurangi jatah makanmu hari esok, dan hari besok mengambil jatah lusa, yang akhirnya budget makanmu melebihi kuota dan mengambil jatah keperluan kuliahmu, dan di situlah masalah-masalah lain akan muncul.

Create a budget, and stick to it!

Kendalikan Konsumsimu! Bedakan Antara Kebutuhan dan Keinginan

Bisakah kamu membedakan mana yang memang kebutuhanmu, mana yang hanya sekadar keinginanmu.

Kamu lagi bokek? Uangmu di dompet habis? Kok bisa ya? Apa ada yang diam-diam mencuri uangmu? Ada! Yaitu kamu sendiri!

Satu-satunya alasan kamu kehabisan uang, adalah karena kamu membelanjakannya, karena kamu melakukan konsumsi! Salahkah itu? Tentu tidak. Kalau kamu harus makan dan minum, ya belilah makanan dan minuman. Kalau butuh mandi, belilah sabun dan keperluan lainnya.

Kalau kamu mau makan KFC, hmm sebentar, memang makan di nasi rames saja tidak bisa? Atau masak sendiri gitu? Kenapa harus di KFC?

Belanjakan uangmu hanya untuk kebutuhanmu! Jika punya keinginan, yang pada dasarnya tidak kamu butuhkan, sebisa mungkin tahan!

Well, okelah tidak masalah kalau sekali-kali kamu bersenang-senang membeli apa yang kamu inginkan. Tapi coba bayangkan betapa besarnya kamu bisa menghemat jika hanya mengkonsumsi apa yang kamu butuhkan dan mengurangi belanja keinginanmu YANG TIDAK TERLALU KAMU BUTUH.

Lagipula, apa bedanya sih jika kamu makan di KFC dibanding nasi rames? Kamu tidak akan mati hanya gara-gara tidak makan ayam goreng KFC kan? hehehe.

Buatlah Rekening Tabungan Sekarang!

Buatlah rekening tabungan khusus untuk menabung

Setelah kamu selesai membaca artikel ini, berjanjilah untuk membuat rekening tabunganmu.

Kamu sudah punya rekening di Bank? Yang ada kartu ATMnya itu? Bukan! Rekeningmu yang ada kartu ATMnnya itu berfungsi sebagai tempat transit uang operasionalmu.

Yap, operasional, artinya saat kamu belanja, saat kamu menerima kiriman uang dan mengirim uang, atau bahkan melakukan pembayaran sesuatu, kamu pakai rekening itu.

Intinya, rekening dengan kartu ATM berfungsi sebagai operasional keuanganmu, sebagai tempat transit dimana uangmu keluar dan masuk. Rekening ini tidak cocok untuk menabung.

Rekening tabungan yang saya maksud adalah rekening tempat kamu menyisihkan sebagian pendapatanmu untuk ditabung. Berapa sebaiknya kamu menabung? Kebanyakan ahli keuangan mengatakan menyisihkan 10% pendapatan untuk ditabung sudah cukup bagus. Masukkan ini dalam rencana keuanganmu. Ketika kamu mendapat 800.000 bulan ini, sisihkan 80.000 untuk ditabung, dan jangan ganggu tabungan itu, apapun yang terjadi. Tidak terasa, dalam setahun kamu bisa mengumpulkan 960.000.

Di rekening seperti apa tempat yang bagus untuk menabung? Cobalah cari rekening yang tidak memakan biaya administrasi. Di tiap bank biasanya ada layanan tabungan tanpa kartu ATM yang memang dimaksudkan untuk menabung. Jenis tabungan ini jelas tidak membebanimu dengan biaya administrasi yang bisa mengikis tabunganmu.

Kamu juga bisa menabung di Koperasi, yang mana simpanan wajibnya bisa kamu bayar di muka selama setahun penuh, sehingga kamu hanya perlu menabung terus tanpa khawatir, toh nanti simpanan wajib bisa kamu tarik kembali jika kamu keluar dari koperasi itu. Ditambah lagi, kamu mendapat SHU rutin! Cukup menguntungkan bukan?

Intinya, taruhlah tabungan di tempat dimana kamu sendiri susah untuk menjangkaunya. Saya sendiri menabung di koperasi agar saya tidak dapat dengan mudah mengambil uang saya sendiri. Otomatis hasrat untuk mengambil uang tersebut untuk jajan bisa terbendung. Coba bayangkan jika kamu menabung di rekening dengan kartu ATM. Pasti dengan mudah kamu jajan terus!

Tidak terhitung ada berapa banyak manfaat dengan menabung. Selain bisa menjadi tumpuan buat masa depanmu, setidaknya tabungan jangka pendek bisa kamu pakai untuk dana darurat. Sering sekali dalam hidup ini kamu tiba-tiba mengalami kejadian tak terduga yang butuh biaya. Laptopmu rusak, motormu rusak, harga kos meningkat, kamu tertimpa kecelakaan, dan lain-lain. Hanya dengan dana darurat kamu bisa selamat.

Sekarang Berinvestasilah

Ada banyak wadah untuk menumbuhkan nilai uangmu, dari mulai saham, reksadana, hingga forex.

Pendapatan sebanyak apapun, pasti akan habis dikonsumsi. Tabungan menumpuk sebanyak apapun, nilainya akan terus tergerus inflasi. Kamu menabung 120 ribu hari ini, dimasukin celengan. Dengan uang segitu, kamu bisa beli beras seharga Rp. 15.000/kg, otomatis mendapat 8 kg beras.

Tapi dua tahun ke depan, inflasi naik. Harga beras jadi Rp. 20.000/kg. Otomatis kalau kamu keluarkan tabunganmu yang 120 ribu tadi, hanya sanggup membeli 6 kg beras. Tentu kamu malah jadi rugi karena hanya sekadar menabung.

Masalah lainnya adalah, kebutuhanmu akan selalu meningkat. Saat kuliah pengeluaranmu besar, saat berkarir kebutuhanmu juga besar, saat kamu berkeluarga, punya pasangan dan punya anak, pengeluaranmu akan luar biasa besar. Ditambah lagi, kamu tidak bisa selamanya besar, suatu saat kamu akan pensiun tapi wajib tetap punya uang atau pendapatan.

Jawaban dari semua masalah itu hanya satu: investasi.

Dengan berinvestasi, artinya kamu menyisihkan sebagian pendapatanmu untuk ditabung, dan sebagian tabungan itu, untuk ditanam dalam suatu wadah pengembangan finansial. Dalam wadah ini, danamu bisa produktif dan bertumbuh secara nilai, sehingga bisa mengikuti gerak inflasi, dan menjadi sumber pendapatan tambahan untuk kebutuhan dan pensiunmu kelak.

Dengan berinvestasi, yang tadinya kamu menyisihkan 120 ribu untuk ditabung, kini diinvestasikan, sehingga menjadi 160 ribu di masa depan. Dengan begitu, uangmu tetap bisa membeli 8 kg beras sebagaimana saat dulu masih bernilai 120 ribu.

Lebih dari itu, uangmu akan bertumbuh terus, menjadi 200 ribu, menjadi 500 ribu, bahkan sampai 1 juta. Kamu pun juga harus rajin menambah modal investasimu seiring waktu, semakin banyak danamu diinvestasikan, makin cepat pula pertumbuhannya.

Ada banyak wadah untuk berinvestasi, seperti saham, obligasi, reksadana, hingga perdagangan valas alias Forex.

Di antara itu semua, forex adalah pasar yang paling cepat pertumbuhannya, karena fluktuasi harga valas setiap hari selalu besar. Tidak tanggung-tanggung, kamu bisa menumbuhkan nilai uangmu hingga 70% per tahun.

Eits, tapi karena memang potensi keuntungannya besar, risiko kerugiannya pun juga besar. Jika bermain trading forex sendiri, kamu bisa mengalami kerugian yang sama besarnya bahkan lebih dari keuntunganmu. Maka itu, agar bisa banyak untung dan minim rugi, kamu harus belajar, berlatih, dan berusaha keras dalam melakukan strategi trading ini.

Tapi, apakah memang harus begitu? Kenyataannya, tidak juga. Ada banyak ahli trading forex di luar sana yang punya kemampuan dan pengalaman tinggi dalam trading forex. Dengan kemampuan dan pengalaman yang dimiliki, mereka bisa memaksimalkan keuntungan dan meminimalisir kerugian dalam aktivitas trading mereka.

Nah, Portofolio.co.id punya fitur untuk melakukan copytrading atas trader profesional ini. Dengan begitu, kamu bisa trading forex tanpa belajar, tanpa pengalaman, tanpa kemampuan, cukup meniru saja apa yang dilakukan para trader berpengalaman ini.

Menarik bukan?

Maka itu, daripada penasaran, coba saja buka akun di Portofolio.co.id secara gratis. Kamu bisa dapat ebook gratis tentang forex dan copytrading di Portofolio, serta gratis berkonsultasi dengan ahli forex kami!

Tunggu apa lagi?

Silakan daftar di sini: https://portofolio.co.id/signup


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *