fbpx

Sepanjang 2018, ada beberapa berita yang sedikit-banyak menggetarkan dunia perekonomian. Apa saja? Ini dia 10 berita yang menggetarkan dunia perekonomian sepanjang 2018 dan masih berpengaruh di tahun depan.

10. Qatar Keluar dari OPEC

CNBC Indonesia

Per 1 Januari 2019 nanti, Qatar akan resmi keluar dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak atau OPEC. Negara yang kaya akan gas bumi tersebut telah terdaftar sebagai anggota OPEC hampir 60 tahun lamanya.

Menurut Menteri Energi Qatar, Saad al-Kaabi, keputusan ini diambil karena Qatar realistis bahwa energi mereka ada di gas, bukan di minyak bumi. Untuk diketahui, Qatar adalah pengekspor gas alam cair (LNG) terbesar di dunia. Sedangkan produksi minyaknya mencapai 600.000 barel per hari.

Menurut Anggota Komisi Energi DPR, Kurtubi, seperti yang dilansir BBC keluarnya Qatar dari OPEC membawa angin segar bagi Indonesia. Karena Indonesia mengimpor kebutuhan minyak mentah dan BBM.

Bagaimana? Apakah ini akan menjadi kabar baik untuk Indonesia di tahun depan? Mari kita tunggu.

9. Bitcoin Rontok

CNBC

Bagi para trader dan investor Bitcoin, tahun 2017 merupakan tahun yang menyenangkan. Karena pada tahun itu Bitcoin mengalami tren kenaikan harga terus-menerus.

Pada tahun 2018 keadaan itu berbalik.

Di awal tahun ini Bitcoin diperdagangkan di angka US$ 13.422 per koin. Meski turun dari harga tertingginya pada tahun 2017, para investor dan trader mengangaap hal ini wajar karena sebagian pihak melakukan aksi profit taking.

Tidak sesuai dengan ekspektasi para pegiat Bitcoin yang mengatakan pada tahun ini harga Bitcoin akan melonjak ke angka US$ 50.000, justru yang terjadi harga Bitcoin terus terkoreksi.

Apakah kamu masih ingin ‘bermain’ dengan Bitcoin tahun depan?

8. Dana BPJS Defisit

Tribun Aceh

Walaupun BPJS telah menerima bailout atau dana talangan sebesar Rp4,993 triliun dari Kemenkeu, BPJS masih dihantui defisit keuangan.

Menurut Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), defisin BPJS selama 2018 mencapai Rp10,98 triliun. Sedangkan yang disusun dalam anggaran tahunan 2018, cashflow 2018 mencapai Rp16,5 triliun.

Ini berimbas kepada layanan kesehatan masyarakat. Seperti pada penyakit katarak, persalinan bayi sehat, dan fisioterapi. Selain itu juga ada rujukan online. Untuk menutup defisit, BPJS akan memakai 50% dananya melalui cukai rokok.

Wah, apakah iuran BPJS tahun depan akan naik?

7. Krisis Argentina dan Turki

CNBC

Argentina kewalahan dalam mengatasi permasalahan mengatasi inflasi yang begitu tinggi dan nilai Peso yang terus anjlok. Contohnya, mereka sampai harus menaikkan suku bunga acuan hingga ke 60 persen.

Salah satu faktor penyebabnya adalah kekeringan. Ya, kekeringan. Argentina mempunyai komoditi seperti kedelai yang sangat bergantung kepada produktivitas lahan. Saat krisis, produksi kedelai turun hingga 31 persen.

Untuk mengatasi krisis ini, pemerintah Argentina akhirnya mengajukan utang ke IMF.

Begitu pula dengan Turki. Lira Turki anjlok 2 persen terhadap USD sejak bank sentral menahan suku bunga.

6. Krisis Venezuela

Tribunnews

Tidak mungkin melewatkan Krisis Venezuela di daftar ini. Ini adalah krisis yang membuat para negara berkembang belajar. Tidak bisa dipungkiri bahwa Venezuela adalah negara yang kaya akan minyak, dan cadangan yang banyak pula.

Tingkat inflasi tahunan Venezuela saat ini adalah yang tertinggi di dunia dan sepertinya hal ini tidak akan berubah dalam waktu dekat.

Bank Sentral Venezuela tidak menerbitkan data statistik sejak tahun 2015, tetapi ahli ekonomi dari Johns Hopkins University, Steve Hanke memperkirakan angkanya melonjak sampai hampir 18.000% pada bulan April.

5. Saham Freeport Diambil Alih Indonesia

Detik Finance

Pemerintah Indonesia melalui PT. Indonesia Asaham Alumunium pada akhirnya berhasil menguasai 51% saham PT. Freeport Indonesia (PTFI).

Sebelumnya PTFI meneken Kontrak Karya (KK) sejak zaman Presiden Soeharto yang habis pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

4. Pertemuan Donald Trump-Kim Jong Un

Mashable

Pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un adalah peristiwa bersejarah bagi dunia. Namun, hal ini bisa jadi jauh lebih berarti bagi Pyongyang.

Trump dan Kim bertemu untuk pertama kalinya di Singapura, Selasa (12/6). Selain itu, ini juga adalah kali pertamanya dalam sejarah ada pemimpin dari kedua negara yang bertemu secara langsung.

Tentunya, pertemuan kedua kepala negara ini merupakan angin besar perdamaian dunia. Seperti yang kita tahu sebelumnya, Trump-Kim sempat saling ancam soal senjata nuklir.

3. Rupiah Tembus 15 Ribu

Batam News

Nilai Rupiah sempat anjlok hingga angka 15 ribu terhadap USD. Jatuhnya Rupiah tidak lain dikarenakan perang dagang AS-China yang sedang hangat-hangatnya pada medio bulan September-Oktober lalu.

Namun pada akhir November hingga awal Desember, Rupiah kembali menguat hingga ke sekitar level Rp14.300.

2. Perang Dagang AS-Cina

Tribunnews

Perang dagang antar kedua negara superpower sedikit-banyak mempengaruhi perekonomian dunia, termasuk harga Rupiah terhadap mata uang lainnya di dunia.

Dari resesi global berdampak kepada semua sektor bisnis. Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina telah membuat keduanya saling menaikkan tarif impor. Amerika Serikat dan Cina saat ini adalah dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

1.. Hubungan AS-Cina Membaik

Kompas

Digelar di Buenos Aires, Argentina pada Sabtu (1/12) lalu, Presiden China XI Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump bertemu dalam sebuah agenda makan malam bersama.

Jamuan makan malam tersebut membuahkan hasil yang positif. Kedua pemimpin negara yang disebut-sebut melakukan perang dagang itu akhirnya setuju untuk tidak megenakan tarif tambahan di sektor perdagangan setelah 1 Januari 2019.

Keputusan ini tentunya dapat cukup meredam panasnya perang dagang antara China dan AS selama ini, seperti apa yang ditulis Bloomberg pada Minggu (2/12) yang mengutip laporan televise China, CGTN.

Itu dia 10 berita yang banyak mempengaruhi sektor bisnis tahun ini. Bagaimana menurutmu? Apakah 2019 akan menjadi tahun yang lebih baik?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *