fbpx

Otoritas Jasa Keuangan melalui Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi mengklaim telah memblokir 404 platform financial technology (fintech) pinam-meminjam (lending) illegal sejak Desember 2016.

Pada September 2018 lalu, Satgas Waspada Investasi telah menemukan ada 449 fintech lending yang illegal. Menurut mereka, dari sebanyak 449 fintech lending tersebut ada yang telah mendaftar ke OJK, dan sebagian lagi tergolong sebagai platform agregator.

Seperti yang diketahui bersama, fintech lending sempat memakan banyak korban. Korban fintech lending banyak yang dihubungi melalui teman-teman kantor atau keluarga sehingga harus keluar dari tempat kerja atau menanggung malu karena ditagih hutang tidak langsung kepada yang bersangkutan.

Baca juga: Jangan Asal Pinjam, Ketahui Keadaan Finansial Sebelum Pinjam Uang Online

Ciri-ciri fintech lending seperti perhitungan suku bunga yang terlalu tinggi atau tidak pantas, hingga penagihan yang tidak pantas dan penggunaan data pribadi peminjam.

Sementara itu, OJK menegaskan bahwa mereka akan hanya melakukan monitoring kepada fintech lending yang terdaftar.

Jika terbukti melanggar, maka OJK dapat memberi sanksi berupa peringatan hingga pencabutan tanda terdaftar atau izin.Fintech lending yang terdaftar di OJK sendiri jumlahnya mencapai 78 perusahaan.

Tentunya angka 404 fintech lending dengan berbagai macam permasalahannya sudah seharusnya membuka mata kita semua, bahwa berinvestasi bukanlah suatu hal yang mudah.

Kurangnya literasi keuangan adalah salah satu faktor mengapa masyarakat begitu mudah terjebak dalam investasi bodong. Rendahnya pengetahuan tentang instrumen keuangan dan risikonya membuat perusahaan-perusahaan bodong dengan mudah menawarkan produk.

Ingin belajar berinvestasi dengan aman dan risiko yang bisa diukur sendiri? Mari belajar investasi bersama Portofolio Indonesia.

Categories: Article

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *