fbpx

Adanya pasar valuta asing atau pasar saham tidak lepas dari peran trader. Dalam menjalankan pekerjaannya, ternyata trader memiliki 3 tipe yang merupakan karakter dari seorang investor atau trader. Tiga tipe tersebut adalah Scalper, Daytrader, dan Swinger. Berikut ini Portofolio jelaskan lebih lengkap tentang ketiga tipe ini.

1. Scalper

Seorang scalper adalah seorang yang cukup pemberani. Kenapa pemberani? Karena seorang scalper dapat melihat peluang terkecil di market dan mengubahnya dalam bentuk $ ataun profit. Dapat dibayangkan, karakter seorang scalper dapat melihat peluang harga sedang naik atau turun dalam durasi 1-5 detik ke depan. Mereka tipe berani mengambil risiko. Dengan kata lain peluang sekecil apapun dapat diubah menjadi uang. Meski terkenal berani, seorang scalper juga memiliki risiko yang cukup riskan.

Keberanian mereka bisa dilihat dari seberapa sering mereka masuk ke market. Seorang scalper dalam satu hari dapat masuk 5-10 kali masuk market dan bahkan lebih. Mereka harus biasa dengan hal detai yang mungkin dianggap trader skala besar sebagai hal-hal remeh. Dibutuhkan kecepatan berpikir dan mengambil tindakan untuk masuk(entry) dan keluar(close) pasar/market.

Misalkan saja dalam 10 kali bertrading dan entry-close market seorang scalper mendapatkan keuntungan 5 kali dan loss (rugi) 5 kali. Jika satu keuntungan bernilai 15 poin dan satu kali loss bernilai 5 poin maka total profit/loss adalah : (5×15) + (5x(-5)) = 75 – 25 = 50 poin.

Mereka biasa mengukur kejenuhan harga dapat menggunakan indikator teknikal RSI periode 14 atau Stokastik Oscilator (Slow) periode 10;5;5.

Contoh keberanian lain dari scalper yakni dengan menganalisa pergerakan trend dari mikro grafik atau grafik terkecil dari periode grafik harga. Jika ada pilihan grafik 5 menit, 15 menit, 30 menit, 1 jam, dan 4 jam pasti seorang scalper memilih grafik 5 atau 15 menit untuk masuk ke market Buy atau Sell. Untuk melihat trend umum kemana pergerakan harga maka seorang scalper dapat memilih grafik 1 jam atau yang 4 jam. Indikator yang biasa yang digunakan untuk menganalisa trend misalnya Simple Moving Average, Bolinger Bands, Parabolic Sars, dll.

Mereka menganggap bahwa jika harga mengalami perubahan arah dari yang sudah diperkirakan sebelumnya maka dia akan secepatnya keluar dari Market. Kerugian psikologis yang biasa ditanggung oleh seorang scalper adalah sebesar 5-10 poin.

Sementara untuk grafik yang digunakan, biasanya scalper menggunakan grafik 5 menit atau yang 15 menit. Semakin kecil Time Framenya maka semaikin mudah bagi si scalper untuk masuk ke pasar. Prinsipnya adalah ikuti trend kecil dan tunggu posisimu. Untuk konfirmasi trend maka kita dapat menggunakan trend umum 1 jam.

Dari aktivitas seorang scalper mereka memiliki kelemahan yakni bisa terkumpul kerugian yang cukup besar. Sebab, scalper selalu melihat perkembangan grafik 1 – 10 menit. Jika berbalik arah dengan cepat maka si scalper tak segan-segan menutup posisi. Jika frekuaensi close posisi lebih dari sekali dan berulang-ulang maka kerugian yang didapatkan. Meski begitu, kebiasaan scalper yang rajin masuk masuk ke pasar 5 – 10 kali membuat peluang keuntungan dari hasil trading lebih besar. Seorang scalper harus dapat menguasai Analisa TeknilkalĀ  dengan baik. Hal tersebut mutlak adanya.

Mereka pun akan berhenti bertrading saat loss sekecil-kecilnya. Jika prediksi meleset dan harga berbalik arah maka konsekuensi kehilangan 5-10 poin harus diterima.

Baca Juga: Bitcoin, From Hero to Zero

2. Swinger

Lain halnya dengan karakter Swinger. Seorang Swinger adalah analisa fundamental. Misal suatu negara diisukan akan menaikan tingkat suku bunganya dalam 3 minggu mendatang. Maka seorang swinger akan melakukan posisi Buy pada mata uang tersebut sejak dini dengan berharap ada ayunan harga (swing) terhadap posisinya.

Swinger berpikir bahwa keadaan makro suatu negara berupa berita-berita Fundamental yang kuat akan menggerakan harga 100 – 200 poin. Hal ini dimanfaatkan sepenuhnya oleh swinger. Yang menarik dari seorang Swinger adalah dia mampu membuka posisi dalam tempo lebih dari satu hari untuk mendapatkan :
1. Keuntungan yang tidak sedikit misal 100 – 200 poin.
2. Bunga premium yang dapat menambah modalnya. Kisaran bunga premium yang didapat per hari adalah : $ 1 – 3 (per lotnya)

Biasanya Si Swinger ini menggunakan dua buah grafik :
1. Grafik 15 menit untuk mengambil posisi (entry harga
2. Grafik 1 hari untuk melihat trend harga secara keseluruhan untuk beberapa hari kedepan.

Meski begitu, tipe ini memiliki kelembahan yakni seringkali tidak memperhatikan sebuah berita Fundamental yang sifatnya kecil-kecil. Dia selalu mencari berita Fundamental Forex yang besar dan berdampak besar dan kuat dalam posisi tradingnya.

Kadang ada beberapa berita Fundametal yang dapat membuat posisinya floating hingga 100 – 150 poin (negatif). Hal ini memang dibutuhkan modal yang besar untuk menahan pergerakan posisi dan juga psikologis yang kuat dan tabah dalam melihat posisinya yang negatif. Jika psikologi tidak kuat atau melemah maka si swinger dapat mengcut loss posisinya dan memilih rugi -100 daripada +200 setelah harga berbalik dari -100 ke +200.

Namun kelebihannya, seorang swinger mampu memprediksikan pergerakan harga dengan analisa fundamental saja (big picture). Analisa teknikal janya digunakan untuk entry harga dan melihat trend umum. Selebihnya pengalaman bertrading berhari-hari atau berminggu-minggu akan tampak dominan. Mereka berusaha mengatasi kelemahannya dengan memperhatikan harga sebaik-baiknya dengan menempatkan Buy ditempat terendah(Low) dan Sell ditempat tertinggi High) agar mendapat keuntungan maksimal.

Saat berhenti bagi seorang Swinger adalah saat grafik umum(keseluruhan) dalam grafik 4 jam sedang berbalik arah. Disaat grafik berbalik arah maka disaat itulah seorang swinger menutup posisinya.

Related image

fousalerts.com

3. Day Trader

Tipe yang ketiga adalah seorang Day Trader. Dasar Analisa yang digunakan adalah analisa teknikal dan fundamental. Kedua indikator ini sangat dipertimbangkan oleh para Day Trader. Seorang Day Trader harus mampu mengkombinasikan analisa teknikal (yang terdiri dari dua grafik dan dua indikator) dan juga berita Fundamental harian yang ada di kalender ekonomi.

Menariknya, mereka dapat mengambil keuntungan 30 – 50 poin sehari. Dengan asumsi dalam 20 hari bertrading seorang Day Trader profit 10 kali maka dia sudah mengantongi keuntungan 300 poin (asumsi 30 poin target keuntungan per hari). Biasanya mereka menggunakan: Grafik 15 menit untuk masuk posisi (entry market) dan Grafik 4 jam untuk melihat trend secara keseluruhan (major trend).

Kelemahan dari Day Trader adalah mereka harus memperhatikan kedua basis yaitu teknikal dan fundamental untuk masuk posisi ke market. Terkadang kedisiplinan seorang Day Trader harus luntur karena memaksa untuk masuk pasar. Dengan mengikuti suatu trend atau berita Fundamental tertentu seorang Day Trader dapat mengabaikan sistemnya sendiri.Disaat kedisiplinan diabaikan maka saat itulah kerugian tinggal menghitung waktu.

Untuk itu mereka dituntut untuk mengembangkan cara bertrading dan kedisiplinan terhadap sistem trading maka seorang Day Trader dapat menutup setiap kelemahan yang ada dengan lebih baik. Dengan demikian kerugian dapat diminimalisir. Rata-rata Day Trader berhenti saat grafik minor 15 atau 5 menit memberikan informasi bahwa trend sudah berakhir. Disaat itulah Day Trader keluar dari Market.

Dari penjelasan di atas, jadi kamu termasuk tipe trader yang mana? Yuk share jawabanmu di kolom komentar!


1 Comment

ERNA R · December 31, 2018 at 12:29 PM

Wah baru tahu aku! Mantab jiwalah infonya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *