fbpx

Sebagai manusia yang hidup di era digital, tentunya kita sangat membutuhkan manajemen keuangan yang baik. Karena pada hari ini, perputaran uang begitu cepat.

Mungkin pada awal uang bulanan datang, kita dengan optimis bisa mencukupi kebutuhan dalam sebulan mendatang. Namun ketika fase tertentu, justru uang bulanan yang sebelumnya diprediksi dapat mencukupi hingga akhir bulan, malah habis terlebih dahulu.

Mirisnya, kita justru tidak tahu untuk apa rupiah habis untuk apa saja. Bahkan dalam kasus ketika uang bulanan melimpah dan lebih dari biasanya. Kejadian ini dinamakan latte factor.

Apa itu latte factor?

Latte factor adalah istilah untuk menyebut pengeluaran remeh-temeh atau receh yang tidak disadari dilakukan setiap harinya. Pengeluaran ini memang bisa dibilang hanya receh, jumlahnya mungkin Rp10.000 saja. Tetapi jika diakumulasi jumlah ini bisa sangat signifikan.

Sebuah survei yang dilakukan oleh Bank Permata lalu dikutip Tirto pada Februari 2017 menerangkan, bahwa 9 dari 10 orang menggelontorkan uang lebih dari Rp900.000 hanya untuk latte factor tiap bulannya. Bukankah itu jumlah yang besar?

Apa saja pengeluaran remeh-temeh yang banyak tidak disadari membuat uang bulanan habis? Dan bagaimana cara mengatasinya?

Baca juga: Dana Minim Bisa Trading Karena Leverage
  1. Air Minum Kemasan

Tribunnews

Apapun pekerjaanmu, dimanapun kamu berada, pasti kamu butuh air minum. Mungkin kamu merasa membutuhkan air minum kemasan ketika sebelum kamu menaiki transportasi umum, haus ketika mengendarai mobil atau motor, sehingga harus membeli air minum kemasan.

Mungkin harganya murah, hanya Rp3.000 atau Rp5.000. Tapi jika diakumulasikan, per bulan kamu bisa menghabiskan Rp100.000 per bulannya hanya untuk membeli air minum kemasan.

Kamu bisa mengantisipasinya dengan membawa minum dari rumah dengan botol sendiri. Selain gratis, kamu juga bisa menghemat lingkungan.

  1. Kopi & Makanan Ringan

Live Japan

Mungkin hanya sebatas kopi dan cemilan. Namun jika dihitung, kopi dan cemilan ini bisa menghabiskan uang yang lumayan.

Kamu bisa mengendalikan pengeluaran ini dengan membatasi frekuensi ngopi dan bisa membawa cemilan dari rumah.

  1. Rokok

CNN Indonesia

Pasti kamu sadar kalau rokok memang banyak menghabiskan anggaranmu. Rokok bisa mengurangi isi dompet secara signifikan. Jika harga rokok Rp20.000 dan kamu menghabiskan satu bungkus dalam sehari, kamu menghabiskan Rp600.000 dalam sebulan hanya untuk rokok.

Solusinya, kamu bisa mengurangi kebiasaanmu merokok. Mungkin biasa sehari habis sebungkus, digeser menjadi satu bungkus untuk dua hari.

Baca juga: Nasib First Media dan Bolt di Indonesia, Hingga Kecepatan Rata-rata Internet di Indonesia
  1. Biaya Transfer Antar Bank

Tribunnews

Memang, sistem perbankan di Indonesia sejauh ini masih belum terlalu efisien. Kamu yang terbiasa dengan aktivitas transfer antar bank harus mengeluarkan dana lebih ketika harus transfer sejumlah uang antar bank.

Biayanya memang hanya Rp5.000-Rp7.500 saja, tapi jika kamu sering menggunakan layanan ini, maka kamu harus memikirkan cara lain untuk transfer uang. Misalnya mengganti rekening yang membebaskan biaya transfer.

  1. Kosmetik

Hello Sehat

Mudahnya membeli dan melihat iklan atau review kosmetik pada hari ini membuat orang-orang terlampau mudah tergiur, terutama kaum hawa.

Tuntutan untuk mengikuti gaya hidup banyak menjebak orang untuk bersifat konsumtif. Kamu bisa menghemat pengeluaran ini dengan mengurangi membeli kosmetik yang tidak perlu.

Cermat dan bijak dalam menggunakan anggaran bulanan bisa membantumu menyimpan uang yang sebelumnya digunakan untuk hal yang remeh-temeh. Menyimpan uangmu untuk berinvestasi adalah hal yang sangat bijak.

Itulah lima jenis pengeluaran remeh-temeh yang tanpa disadari mampu menguras dompet. Yuk cermat dan bijak!

Sc: avrist.com


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *