fbpx

Peer to peer lending atau kerap disebut jasa pinjam uang online mungkin menjadi solusi kepepet saat finansial. Tapi nanti dulu, jangan asal klik dan langsung pinjam uang online dengan nominal besar. Selayaknya meminjam uang secara konvensional terlebih dahulu kamu harus memperhatikan tujuan meminjam uang, urgensinya dan kemampuan finansial kamu untuk membayar.

Ada baiknya sebelum meminjam, dilansir dari laman Cermati, pertimbangkan dulu beberapa hal ini ya supaya kamu tidak salah langkah dan menerima risiko tidak mengenakkan dikemudian hari.

1. Patuhi Aturan dan Cara Mainnya

Pinjam di bank atau aplikasi online sebenarnya aturannya sama saja. Ada bunga dan angsuran yang harus dibayar. Semuanya bakal menagihmu tidak membayar utang saat jatuh tempo.

Jadi, ada etika dan tata cara yang harus dipatuhi untuk memenuhi kewajiban bila tak ingin kena sanksi dan denda. Sebab sebuah pelanggaran pasti akan membuat hidup terasa tak tenang dan tidak nyaman, bukan?

Untuk itu jangan pernah lalai atau bahkan menghindar dari kewajiban dan tanggung jawabmu untuk mengembalikan atau membayar cicilan utang. Logikanya, jika semua ketentuan dipatuhi, maka tidak akan ada alasan seseorang mengalami masalah!

2. Pilih Aplikasi Pinjaman Online Resmi Sebelum ‘Download’

Sebelum menentukan jumlah dana yang ingin dipinjam, pelajari dan perhatikan dulu aplikasi apa yang kamu pilih. Perhatikan dengan cermat jenis pinjaman online tersebut. Artinya jangan asal download aplikasi pinjaman online.

Pilih fintech pinjaman online mana yang sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sebab perusahaan fintech yang resmi terdaftar di OJK akan mengikuti prosedur dan tata cara yang berlaku, mulai dari cara penagihan, ketentuan besar bunga pinjaman yang tidak boleh lebih dari 30%, dan lainnya.

3. Pilih yang Bunganya Rendah

Supaya tidak membebani cicilan di masa akan datang, sebaiknya pilihlah fintech pinjaman online yang bunga rendah. Perhatikan baik-baik saat memilih toolsnya di gadget milikmu. Jangan sampai kamu salah pencet dan malah membuat tunggakan semakin tinggi.

4. Siapkan Uangnya Sejak Gajian Tiba

Begitu gaji cair, segera sisihkan uang khusus untuk membayar pinjaman online. Jangan pernah utak-atik uang yang disisihkan itu untuk keperluan lain. Dengan begitu, saat tiba waktunya Anda membayar utang dari pinjaman online, bisa segera dibayarkan.

Image result for pinjaman uang online

Tribunnews.com

5. Jangan Membayar Lewat Tanggal Jatuh Tempo

Batas akhir pembayaran utang adalah saat tanggal jatuh tempo. Jadi, sebaiknya bayar utang sebelum tanggal jatuh tempo tersebut agar tidak ditagih-tagih terus.

Sebagai contoh, ketika tanggal jatuh tempo di 1 Januari, maka paling lambat untuk pembayaran pinjaman online itu harus tepat di tanggal tersebut. Jika sudah lewat dari tanggal itu, katakanlah membayarnya di tanggal 2 Januari, maka Anda pasti terus-terusan ditagih dan dikenakan biaya bunga tambahan atau denda.

Baca Juga: Perbedaan Trader VS Investor

6. Cerdas dan Bijak Dalam Menggunakan Pinjam Uang Online

Sebagai masyarakat yang paham teknologi, sudah seharusnya kamu juga melek informasi. Jangan hanya asal mengunduh aplikasi pinjaman online tanpa tahu status hukumnya, apakah resmi atau tidak.

Tentu saja, sesuatu yang ilegal kerap identik dengan timbulnya berbagai masalah di kemudian hari yang cenderung merugikan nasabah/konsumen. Untuk itu cerdas dan bijaklah dalam memilih pinjaman online.

Nikmati rasa aman dan nyaman dapat uang tunai dari fintech pinjaman online terpercaya serta resmi terdaftar di OJK. Jika Anda menemukan fintech pinjaman online yang melanggar, adukan ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *