fbpx

Pinjaman online hampir membuat seorang perempuan nyaris nekad untuk mengakiri hidup. Ya, perempuan berinisial L tak pernah membayangkan dirinya akan nekad menenggak minyak tanah untuk mencoba mengakhiri hidupnya. Hal ini terjadi karena frustasi akan persoalan utang senilai Rp500 ribu dari sebuah aplikasi teknologi finansial (fintech).

Perempuan berinisial L yang berusia 40 tahun ini berprofesi sebagai ibu rumah tangga, sementara suaminya supir ojek aplikasi online. Mereka memiliki tiga anak, dua di antaranya masih membutuhkan biaya untuk bersekolah. Dia juga masih harus menanggung hidup ibundanya yang telah sepuh dan sakit di rumah.

Awalnya karena kepepet keadaan, ia meminjam uang Rp500 ribu dari aplikasi sebut saja DR, tapi yang cair hanya Rp375 ribu. Kemudian, biaya yang harus dikembalikan beserta bunga lebih dari Rp600 ribu dalam dua pekan.

Perempuan lulusan SMK ini sudah menyadari sejak awal bahwa bunga yang harus dibayarnya cukup besar, sekitar 20 persen. Uang yang dia pinjampun tak bisa semuanya cair karena ada biaya administrasi yang cukup besar.

Namun, karena dalam keadaan terjepit, tak ada saudara yang mau membantu dan sangat butuh, dia merasa tak ada salahnya mencoba.

Awalnya, L merasa sangat terbantu dengan adanya aplikasi itu. Uang cair begitu cepat tanpa proses yang rumit. Dia hanya perlu memberikan nomor Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK) dan memfoto wajah sendiri bersama kartu identitas.

Pada tahap peminjaman awal, L masih bisa menutup utangnya secara berkala. Namun lama-kelamaan, dia merasakan keuangannya semakin buruk lantaran dia membuka sembilan aplikasi pinjaman uang untuk menutup utang dari aplikasi lain.

Image result for pinjaman online

mediakonsumen.com

Bunga dari tiap aplikasi tak sama, bahkan kata dia ada pula yang tak sesuai dengan perjanjian awal. Uang yang dia putar pun mencapai puluhan juta rupiah, dari pinjaman awal yang tak sampai Rp1 juta. Ia merasa seperti gali lobang tutup lobang. “Mungkin itu karmanya riba ya, uang abis dimakan jin dan setan. Tiap dari ATM, dapat uang langsung saya masukin ke aplikasi lagi,” katanya sambil mulai menitikan air mata.

Meski sudah menggunakan banyak aplikasi dalam satu waktu, utangnya tak pernah tertutupi sepenuhnya. Akhirnya, debt collector mulai beringas. Mereka mulai mengirim teror melalui telepon, WhatsApp, dan SMS terus menerus. Debt collector, katanya, bahkan mengizinkan dirinya menjual organ tubuh.

“Bahkan saya akhirnya bekerja menjadi asisten rumah tangga. Saya masih diteror sampai majikan saya tidak berkenan sehingga saya akhirnya resign juga. Kalau orang bilang saya malas, saya sudah berusaha mbak, tetapi tidak cukup,” tangis warga Kramat Lontar, Jakarta Pusat, ini semakin deras.

Tak hanya dialami sendiri, suami juga mendapatkan teror yang sama. Lelah dan tertekan dengan persoalan yang ia hadapi, L akhirnya memutuskan untuk bunuh diri dengan meminum minyak tanah yang ada di dapur rumahnya. Dia pikir, saudaranya akan membantu suami dan anaknya jika dia mati.

Jadi, sebaiknya pikir ulang dulu sebelum memilih pinjaman online. Ketahui dulu syarat dan risiko yang akan diterima ketika kamu memilih untuk meminjam online.

Baca Juga: Harga Emas Selalu Stabil Untuk Investasi, Apakah Benar?


4 Comments

ADEL · December 8, 2018 at 2:30 PM

harus hati hati bermain media sosial sih ya

ABDUL WAHID · December 27, 2018 at 8:50 PM

ni nih bahanya hutang
mmmm

Ardian · February 28, 2019 at 9:23 AM

skema sistem pinjaman online itu gimana?

Lagi-Lagi Lion Air; Tabrak Tiang Lampu di Bandara Sebelum Take Off · November 8, 2018 at 4:29 PM

[…] Baca Juga: Hampir Bunuh Diri, Perempuan Asal Jakarta Terlilit Utang Pinjaman Online  […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *