fbpx

Harga emas stabil? Sering dengar nggak sih, “udah investasi emas aja, aman. Harga stabil”, kalau iya penasaran nggak sih alasannya kenapa? Berikut ini tim Portofolio coba jelasin ya.

Pertama, emas atau logam mulia merupakan salah satu bentuk investasi yang likuid dan tidak mudah tergerus inflasi, sehingga menjadi salah satu alternatif investasi yang sangat digemari.

Namun, pernahkah terpikir mengapa harga emas bisa berubah setiap harinya? Seluruh emas, termasuk yang bersertifikat Antam juga kerap berubah sesuai dengan kondisi pasar.

Kedua, perlu diketahui juga bahwa ada dua kategori emas, yakni emas umum dan emas Antam yan dikeluarkan oleh BUMN PT Aneka Tambang. Dilansir dari laman finansialku, inilah perbedaaan emas pasar dan emas Antam:

1. Emas Antam memiliki sertifikat yang membuktikan keasliannya, sehingga tidak membutuhkan uji kemurnian saat akan dilakukan jual beli.
2. Emas Antam sudah memiliki ukuran yang jelas, misal 5 gram, 10 gram, dan seterusnya. Sehingga Anda selalu harus membeli sesuai jumlah yang tersedia. (Jika Anda ingin membeli 5,2 gram misalnya, maka tidak bisa karena tidak ada nominal emas 0,2 gram di Antam).
3. Risiko lebih kecil. Maksudnya adalah emas Antam dikeluarkan oleh BUMN, sehingga besar kemungkinan ada bantuan pemerintah jika terjadi kebangkrutan atau hal-hal lain yang tidak terduga
4. Informasi terkait logam mulia Antam lebih jelas, misalkan ada tahun produksi yang bisa mempengaruhi jual beli harga emas antam.

Image result for gold antam

.emasmini.co.id

Ketiga, yang perlu diantisipasi dari investasi emas ini adalah fluktuasi harganya. Naik turunnya harga emas setiap hari disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk itu kamu harus memperhatikan dengan cermat jika ingin investasi emas. 7 Faktor ini bisa kamu pertimbangkan sebelum menjual-belikan emas:

1. Nilai Tukar USD

Pada umumnya, terdapat korelasi antara nilai tukar dolar Amerika (USD) dengan harga emas di pasaran. Jika nilai tukar dolar Amerika (USD) melemah, maka harga emas cenderung naik. Berlaku sebaliknya, jika nilai tukar dolar Amerika (USD) menguat, maka harga emas cenderung turun.

Cobalah untuk lebih sering cek harga pasar. Jika mulai muncul gejala resesi global maka paling aman untuk menyimpan logam mulia untuk berjaga-jaga.

2. Keseimbangan Supply Demand (Penawaran Permintaan) Logam Mulia

Salah satu hal yang jelas mempengaruhi harga emas antam adalah kelangkaan. Sudah sewajarnya bahwa keseimbangan supply demand mempengaruhi harga suatu benda.

Coba saja Anda bayangkan, sebuah benda yang supply-nya tinggi namun tidak ada demand, sama saja tidak laku, sehingga tentu harganya akan menurun.

Related image

tempp.co

3. Naiknya Permintaan Industri Berbahan Baku Emas

Dilansir dari World Gold dan The London Bullion Market Association:

54% permintaan emas berasal dari industri perhiasan di dunia, seperti yang terdapat di India, Tiongkok, dan Amerika Serikat. 12%-nya berasal dari industri peralatan medis dan elektronik.

Jika jumlah permintaan industri berbahan baku emas ini terus naik, maka emas otomatis semakin langka. Pada akhirnya, kelangkaan yang telah dijelaskan pada poin sebelumnya terjadi kembali.

4. Monopoli Emas Dunia

Teknik penimbunan merupakan sebuah akal-akalan agar menimbulkan kesan langka, sehingga mengakibatkan kenaikan harga.

Setelah harga naik, mereka akan menjualnya dengan harga mahal sehingga memperoleh keuntungan. Inilah strategi monopoli yang banyak diterapkan sejak dulu.

5. Isu Global: Politik, Krisis, Resesi, atau Perang

Dengan kondisi ekonomi yang kacau balau, harga emas otomatis melonjak. Krisis ekonomi atau isu global lainnya seperti resesi atau perang kerap mempengaruhi harga emas dunia.

Mengapa demikian? Emas seringkali dinilai sebagai penyelamat saat terjadi pergolakan ekonomi atau politik. Saat terjadi krisis atau perang, biasanya harga emas akan melonjak naik.

6. Terjadinya Inflasi

Dalam ilmu ekonomi, inflasi adalah angka (dalam satuan persen) yang menunjukkan kenaikan harga-harga barang atau jasa secara umum. Hal ini bisa disebabkan oleh konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, dan adanya ketidak lancaran distribusi barang.

Baca Juga: Rupiah Menguat Kembali! Tembus 14 Ribu, Kok Bisa?

Categories: Article

1 Comment

Hampir Bunuh Diri, Perempuan Asal Jakarta Terlilit Utang Pinjaman Online · November 7, 2018 at 11:58 AM

[…] Baca Juga: Harga Emas Selalu Stabil Untuk Investasi, Apakah Benar? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *