fbpx

Tembus 14 Ribu, Rupiah Kembali Menguat

Nilai tukar Rupiah terhadap USD secara signifikan menguat tajam pada Jum’at, 2 Nov 2018. Bahkan paling penguatan yang paling tinggi di antara semua negara di Asia.

Hal tersebut membuat kaget pengamat ekonom di Indonesia.

Penguatan Rupiah ini diiringi oleh mulai berjalannya instrumen domestic non deriverable forward (DNDF) yang berlaku belum lama ini.

Tampilan grafik dolar terhadap rupiah

Tampilan grafik dolar terhadap rupiah

Hal ini juga dipengaruhi oleh aksi jual kembali dari USD ke Rupiah.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengatakan bank sentral tak melakukan banyak kerja keras dalam melawan dolar AS. Hal ini karena secara mekanisme pasar supply dan demand terpenuhi.

Baca juga : Jumlah uang beredar di masyakarat…

“Tak ada intervensi, (Rupiah) menguat karena supply dan demand,” ungkap Mirza di Museum Bank Indonesia, Jumat (2/11/2018).

 

Mirza menjelaskan, situasi pasar keuangan di emerging market termasuk Indonesia dalam dua hari ini cukup membaik. Hal ini cukup signifikan terutama didorong AS dan China

 

“. “Didorong satu perundingan AS dan China ada kemajuan sehingga yang selama beberapa bulan terakhir ini pertentangan antara AS dan China itu kan kemudian membuat kurs Reminbi melemah. Ini sengaja mungkin untuk dorong ekspor China,” papar Mirza.

Baca juga : Masih Banyak yang Bingung, Inilah Istilah Pasar Modal …

Dolar Paman Sam Loyo!

Dilansir dari dari CNBCINDONESIA, USD yang sempat melawan kembali melemah. Pada pukul 16:11 WIB, Dollar Index (yang menggambarkan posisi greenback secara relatif terhadap enam mata uang utama dunia) melemah 0,12%.

Faktor domestik dan eksternal sedang tidak mendukung dolar AS. Dari dalam negeri, indeks ISM manufaktur AS turun ke angka 57,7 pada Oktober dari 59,8 bulan sebelumnya. Pencapaian Oktober adalah yang terendah dalam 6 bulan terakhir. 

Kemudian pada malam hari waktu Indonesia juga akan ada pengumuman angka pengangguran AS periode Oktober 2018. Namun pelaku pasar sepertinya kurang bersemangat menyambut data ini, karena diperkirakan masih sama dengan bulan sebelumnya yaitu 3,7%.

Sedangkan dari eksternal, ada potensi damai dagang AS-China. Melalui cuitan di Twitter, Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa dirinya sudah melakukan pembicaraan dengan Presiden China Xi Jinping melalui telepon, dan diskusi di antara kedua pemimpin tersebut berjalan dengan baik.

Baca juga: Lion Air JT 610 Jakarta-Pangkal Pinang Jatuh! Karna Kesalahan Teknis?

 


2 Comments

Meikarta Tersandung Korupsi, Harga Saham Lippo Group Anjlok · November 4, 2018 at 10:13 PM

[…] Baca Juga: Rupiah Menguat Kembali! Tembus 14 Ribu, Kok Bisa? […]

Harga Emas Selalu Stabil Untuk Investasi, Apakah Benar? · November 4, 2018 at 10:51 PM

[…] Baca Juga: Rupiah Menguat Kembali! Tembus 14 Ribu, Kok Bisa? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *