fbpx

Mega proyek Meikarta tersandung masalah korupsi. Kondisi ini memberi dampak pada pergerakan saham Group Lippo. Bahkan, Saham PT Lippo Cikarang sudah terjun hingga 24% dalam 2 hari, atau sejak informasi ini berhembus.

Dua saham properti Grup Lippo terkoreksi dalam pada perdagangan pagi ini, menyusul mencuatnya kasus korupsi Pemerintah Kabupaten Bekasi terkait dengan mega proyek Meikarta. Investor tampaknya semakin pesimistis dengan kinerja perseroan karena ada potensi pengembangan proyek menjadi terhambat dan mengalami kesulitan likuiditas.

Senin (15/10/2018) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan OTT di Kabupaten Bekasi terkait proyek Meikarta. Ada 10 orang yang diamankan dalam OTT KPK.

Image result for meikarta

asia.nikkei.com

Pihak-pihak yang ditangkap KPK antara lain, Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor, Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi), dan Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

Para pejabat pemkab Bekasi yang ditetapkan sebagai tersangka diduga menerima total duit Rp 7 miliar dari pihak pemberi. Duit itu merupakan bagian dari commitment fee fase pertama Rp 13 miliar.

Dilansir dari laman detik.com, dampaknya saham PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) hingga pukul 14.00 waktu JATS saat ini berada di Rp 272. Sementara saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) ada di posisi Rp 1.225.

Kemarin saat berita OTT KPK terkait kasus suap proyek Meikarta menyeruak, saham kedua emiten itu langsung anjlok. Tercatat LPKR kemarin ditutup turun 2,68% ke Rp 290, sedangkan LPCK ditutup turun 14,77% ke Rp 1.385.

Saham LPKR pada Senin (15/10/2018) masih berada di Rp 296, sementara sore ini sudah berada di Rp 272. Artinya, dalam rentang dua hari, saham LPKR sudah turun Rp 24 atau 8,1%.

Sementara, Saham LPCK pada Senin (15/10/2018) masih berada di Rp 1.625, sementara sore ini sudah berada di Rp 1.225. Artinya, dalam rentang dua hari, saham LPCK sudah turun Rp 400 atau 24%.

Proyek Meikarta yang menjadi pemberat laju saham dua emiten tersebut adalah proyek milik PT Mahkota Sentosa Utama.

Perusahaan itu merupakan anak usaha dari LPCK. Sedangkan LPKR menguasai saham LPCK melalui PT Kemuning Satiatama sebesar 42,2% dan PT Metropolis Propertindo Utama sebesar 11,68%.

Dalam kasus suap perizinan Meikarta, KPK menetapkan sembilan orang tersangka dalam kasus tersebut. Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin dkk diduga menerima uang suap Rp 7 miliar. Commitment fee yang dijanjikan Bos Lippo dkk sebesar Rp 13 miliar dari proyek tersebut. Selain itu, KPK juga menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Billy ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Meikarta.

Baca Juga: Rupiah Menguat Kembali! Tembus 14 Ribu, Kok Bisa?

Categories: Article

2 Comments

ERNA R · January 1, 2019 at 12:20 PM

Kayaknya ini masalah persaingan bisnis sih ya. Karena merekan mau mengembangkan lahan. Semoga segera bisa stabil lah.

Akuisisi Red Hat, IBM Mencetak Rekor · November 7, 2018 at 12:17 PM

[…]  Baca Juga: Proyek Meikarta Tersandung Korupsi, Harga Saham Lippo Group Anjlok […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *