fbpx

Berbiaca soal saham, maka tak jauh-jauh dari bursa efek. Seringkali kalian hanya tahu bursa efek, tapi masih banyak yang nggak paham sebenernya apa fungsi dari bursa efek. Makanya, sebelum kalian bahas lebih lanjut soal saham dan segala macam ‘temannya’, simak dulu penjelasan dari Portofolio berikut ini.

Apasih Fungsi Bursa Efek Indonesia?

BEI mengatur dan menyelenggarakan transaksi saham. Mengacu pada regulasi pemerintah, BEI mengatur jenis instrumen yang boleh diperdagangkan, Perusahaan seperti apa saja yang boleh mendaftarkan (atau “memasok” saham), dan bagaimana syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi sebelum saham tertentu bisa didaftarkan dan diperdagangkan di BEI. BEI juga mengatur siapa saja pedagang yang boleh berdagang di BEI — dikenal sebagai Perantara Pedagang Efek, yang merupakan sebuah perusahaan sekuritas/broker.

Jadi tidak semua orang atau institusi yang bisa bertransaksi langsung di BEI, hanya perusahaan sekuritas yang telah diberikan ijin oleh BEI. Pemodal lain harus melakukannya melalui perusahaan sekuritas, termasuk kita orang-perorangan yang ingin berinvestasi dan melakukan transaksi saham di BEI. Ibaratnya, BEI adalah pasar buat pedagang kulakan (wholsesale) yang terdaftar saja. Pihak lain termasuk pembeli ketengan, harus nitip jual atau beli lewat pedagang kulakan terdaftar tersebut, yang dalam konteks BEI adalah perusahaan sekuritas terdaftar.

BEI juga menerapkan aturan-aturan penyelenggaraan pasar, seperti jam buka, metode perdagangan, satuan perdagangan (lot), dan lain-lain.

Di masa lalu, bursa efek seperti BEI (d/h BEJ), tidak ubahnya seperti pasar Kramat Jati, dimana para pedagang (trader) berseliweran di lantai bursa dan bertransaksi satu sama lain dengan menuliskan penawaran masing-masing di papan yang terpasang di sekeliling dinding bursa. Kemudian, bursa dimodernisasi dengan mengenalkan sistem komputer pada tahun 1995 namun masih terbatas pada lanta bursa.Sejak sepuluh tahun yang lalu, perdagangan saham di BEI telah sepenuhnya dikomputerisasi dan transaksi dapat dilakukan di mana pun selama memiliki akses ke sistem BEI (remote trading). Lantai bursa secar fisik pun sudah tidak ada lagi. Ini ibaratnya, perdagangan sayur tidak lagi dilaksanakan di Pasar Kramat Jati, akan tetapi melalui fasilitas e-commerce seperti Lazada, Tokopedia, dan lain-lain.

Perlu diingat, bahwa perdagangan saham sepenuhnya scriptless jadi sudah tidak ada lagi sertifikat saham secara fisik ditransaksikan. Jadi setiap investor membuka “rekening saham” melalui perusahaan sekuritas terdaftar, yang selanjutnya akan membukakan rekening buat kita di KSEI. Persis seperti kita membuka rekening tabungan di Bank.

Jadi, ada BEI sebagai institusi yang mengatur dan meyelenggarakan perdagangan saham, ada perusahaan sekuritas yang menjadi pedagang perantara, dan tentu ada investor/pemodal yang berinvestasi di bursa, melakukan jual dan beli saham. Pihak apa lagi yang terlibat dalam perdagangan saham?

Image result for bursa efek indonesia

kabarmedan.com

Kustodian Sentral (KSEI)

Kustodian sentral adalah bagian penting dalam proses transaksi saham. Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) bertanggung jawab dalam menyimpan dan mengadministrasikan saham-saham para pemodal. Ibaratnya, KSEI adalah perusahaan yang mengelola gudang sayur dimana semua pembeli dan penjual menyimpang sayurnya di gudang tersebut. Jadi, sebagai pihak yang mengadministrasikan dan menyimpan saham-saham yang diperdagangkan, para Pedagang Perantara Efek (perusahaan sekuritas) memiliki rekening di KSEI. Dapat juga dianalogikan seperti bank-bank yang memiliki rekening di bank sentral (BI).

Selain Bursa Efek Indonesia dan Kustodian Sentral, kalian juga perlu tahu nih ada lembaga penjaminan saham. Namanya Kliring dan Penjaminan (KPEI).

Apa fungsi lembaga kliring seperti KPEI ini? Bayangkan jika kita melakukan transaksi di pasar Kramat Jati, namun stok sayurnya tidak ada di pasar, semuanya di simpan di gudang. Supaya kita percaya begitu kita melakukan pembayaran, barang dikirim, kita ingin ada pihak ketiga yang bisa memberikan jaminan dan kepastian. Sebaliknya juga dari sisi penjual, supaya ada kepastian bahwa jika sayur dikirimkan, mereka akan menerima pembayaran sperti yang disepakati. KPEI sebagai lembaga kliring dan penjaminan bertanggung jawab meng-clear– kan (kliring) transaksi dari berbagai pihak setiap harinya, dan memberikan jaminan bahwa pembeli akan membayar dan penjual akan mengirim barang.

OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Ada satu lagi lembaga yang sangat penting, yaitu OJK (Otoritas Jasa Keuangan). OJK, melalui divisi pasar modalnya bertanggung jawab dalam mengatur dan mengawasi semua aktivitas di pasar modal, termasuk transaksi di BEI. Sebelumnya OJK dikenal sebagai Bapepam (Badan Pengawas Pasar Modal), yang kemudian dilebur dengan DJLK, dan terakhir digabung dengan divisi pengawasan perbankan BI, menjadi OJK

Image result for ojk

cnbc.com

Jadi mudahnya, Bursa Efek Indonesia bisa disebut sebagai pasarnya saham. Dimana kalian bisa jual beli saham. Sementara perusaahn yang membutuhkan dana dan mendaftarkan serta menjual sahamnya di BEI disebut sebagai pemasok saham. Sedangkan pemodal perorangan maupun institusi yang berinvestasi disebut pembeli.

Semua transaksi di BEI dijamin oleh Kliring dan Penjaminan Indonesia. Lembaga ini sebagai pihak yang memberikan jaminan pada pembeli maupun penjual. Tak ketinggalan, ada juga Otoritas Jasa Keuangan sebagai lembaga yang mengawasi dan mengatur transaksi antara penjual dan pembeli.

Sudah paham kan sekarang?


1 Comment

YULI · November 16, 2018 at 4:40 PM

Saya baru tau BEI sebagai institusi yang mengatur dan meyelenggarakan perdagangan saham, ada perusahaan sekuritas yang menjadi pedagang perantara

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *