fbpx

Kabar kurang baik datang dari BUMN kita. Ya, Perusahaan asuransi BUMN, PT Asuransi Jiwasraya tengah menghadapi tekanan likuiditas. Karena alasan itulah penyedia asuransi jiwa ini alhasil menunda pembayaran polis jatuh tempo yang dipasarkan bank (bancassurance) yang sedianya jatuh tempo Oktober ini.

Dilansir dari Kontan, kasus polis macet ini terungkap dari surat Jiwasraya pada bank agen pemasar asuransinya, salah satunya PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN). Dalam surat tersebut menyatakan Jiwasraya bersama pemegang saham sedang mengupayakan pendanaan untuk memenuhi kewajiban kepada pemegang polis.

karirglobal.id

Salah satu polis jatuh tempo tersebut adalah asuransi jiwa berbalut investasi yang mereka sebut “saving plan” hasil kerja sama dengan sejumlah bank sebagai agen penjual. Atas keterlambatan pembayaran pada bank, Jiwasraya memutuskan untuk memberikan bunga 5,75% per tahun.

“Karena pemenuhan pendanaan tersebut masih dalam proses maka mengakibatkan pembayaran klaim JS Proteksi Plan BTN mengalami penundaan, dan atas hal tersebut kami menyampaikan permohonan. Atas keterlambatan pembayaran tersebut akan diberikan bunga sebesar 5,75% per annum,” demikian bunyi isi surat Jiwasraya kepada BTN.

Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam mengatakan, saving plan yang jatuh tempo dan tidak bisa dilunasi Jiwasraya saat ini berjumlah Rp 802 miliar. “Produk ini dijual lewat sejumlah bank, yang bertindak sebagai mitra distributor,” terang Asmawi bersama jajaran direksi Jiwasraya lainnya dilansir dari tim Kontan.co.id, Kamis (11/10).

Semoga keadaan segera membaik sehingga pembayaran polis PT Asuransi Jiwasraya bisa segera dilakukan ya.

Baca Juga: Bitcoin CS Anjlok, Rp 197 T Lenyap

Categories: Article

1 Comment

YULI · October 22, 2018 at 12:31 AM

Nice artikel

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *