fbpx

Kita tentu tahu dan sering mendengar tentang bursa efek, seperti Bursa Efek Indonesia — dahulu dikenal sebagai Burse Efek Jakarta. Umumnya orang-orang sudah mengetahui mengenai fungsi bursa efek, yaitu tempat transaksi saham, jawab sebagian besar dari mereka. Tapi banyak yang bingung, kenapa tidak dinamakan Bursa Saham tetapi malah Bursa Efek?

Berbicara tentang efek dalam komunikasi sehari-hari kita umumnya tentu mengacu pada ‘efek’ yang berasal dari bahasa Inggris yaitu ‘effect‘, yang artinya kira-kira adalah dampak atau akibat.

Effecten

Pada dasarnya, Efek atau surat berharga adalah surat pengakuan atau pernyataan yang memiliki nilai atau klaim keuangan sesuai dengan landasan diterbitkannya surat berharga atau efek tersebut.

Misalnya, Obligasi adalah surat pengakuan hutang. Artinya seseorang yang memiliki obligasi punya hak klaim atas uang senilai tertentu (yang sebelumnya telah dipinjamkan pada penerbit obligasi), untuk dikembalikan pada saat jatuh tempo, dan juga klaim atas pembayaran bunga atau kupon. Contoh lain umpamanya Saham. Saaham adalah surat pengakuan kepemilikan. Artinya, pemilik saham memiliki klaim atas kepemilikan sebuah perusahaan tertentu dan benefit keuangannya, misal dalam bentuk dividen (laba yang dibagikan).

Definisi efek atau surat berharga secara spesifik tergantung dari aturan negara. Di Indonesia misalnya UU Pasar Modal tidak mendefinisikan efek, tetapi memberikan daftar apa yang dikategorikan sebagai efek. Menurut UU Pasar Modal, Efek adalah surat berharga.

Namun, ketika bursa tempat transaksi saham dinamakan Bursa Efek, kenapa perusahaan yang menjadi pialang saham dinamakan/atau menamakan diri perusahaan sekuritas bukan perusahaan efek? Kita mungkin pernah mendengar perusahaan Mandiri Sekuritas, Danareksa Sekuritas, atau Credit Suisse Securities. Tapi tidak pernah mendengar perusahaan dengan nama Efek. Jadi securities/sekuritas itu apa?

Securities = Efek

Securities/Sekuritas, atau security dalam bentuk tunggalnya, dalam konteks keuangan memiliki arti yang sama dengan Efek, yaitu surat berharga di pasar keuangan. Istilah sekuritas kita adopsi dari bahasa Inggris, karena industri pasar modal dunia kebanyakan berkiblat ke Amerika Serikat, dimana istilah itu dipakai secara meluas. Bagaimana security yang artinya keamanan bisa jadi berubah menjadi surat berharga?

Dalam sebuah sumber dikatakan bahwa istilah security dalam dunia keuangan berasal dari beberapa abad yang lalu yang artinya adalah jaminan (untuk menjamin/mensecure). Yaitu, ketika seseorang memiliki hutang maka yang bersangkutan akan menjaminkan propertinya yg juga dinamakan security dalam proses ini. Lama kelamaaan istilah ini berkembang untuk setiap dokumen jaminan atau pernyataan hutang, dan akhirnya diadopsi luas sebagai istilah untuk surat berharga.

http://infobanknews.com

Kenapa Bursa Dinamakkan Bursa Efek, Bukan Bursa Sekuritas?

Jadi, kenapa akhirnya lebih familiar kata Bursa Efek bukan Bursa Sekuritas, karena kita mewarisinya dari Belanda. Lalu, kenapa perusahaan pialang saham menamakan diri perusahaan sekuritas bukan perusahaan efek, karena industri pasar modal baru berkembang beberapa dekade terakhir dan kita berkiblat ke AS dengan menggunakan istilah sekuritas/securities. Tapi, sekuritas dan efek memiliki arti yang sepenuhnya sama.

Sebagai informasi, secara resmi otoritas seperti OJK, maupun peraturan dan perundangan secara konsisten menggunakan istilah efek. Perusahaan sekuritas yang memiliki perijinan sebagai pialang saham secara resmi oleh OJK dinamakan perusahaan Perantara Pedagang Efek.

Baca Juga: Tidak Diketahui Alasan Jelasnya, Dua Pendiri Instagram Mengundurkan Diri


1 Comment

Ratna Sarumpaet Terbukti Berbohong Menyebar Berita Penganiayaan · October 4, 2018 at 3:15 PM

[…] Baca Juga: Dari Bahasa Belanda, Inilah Asal Usul Nama Bursa Efek […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *