fbpx

Namanya musibah tidak pernah ada yang tahu kapan waktu terjadinya. Sama halnya yang terjadi di Palu dan Donggala kemarin. Badan Meterorologi, Klimatologi dan Geofisika menyatakan Tsunami setinggi 1,5 meter terjadi di Palu, Sulawesi Tengah, pasca Gempa Bumi 7,4 Skala Richter menghantam pada pukul 17.02 WIB.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati dalam konferensi pers di kantor BMKG menyatakan 5 menit setelah terjadi gempa 7,4 skala richter pihaknya langsung mengeluarkan peringatan tsunami dengan level siaga, yaitu dengan potensi terjadi kenaikan air laut setinggi 50 cm dan maksimum 3 meter. Ketika terjadi tsunami diperkirakan pukul 17.22 WIB. Beberapa video saat terjadi tsunami pun sudah tersebar luas di dunia maya.

Kemudian berdasarkan pengamatan staf BMKG di lapangan terjadi kenaikan muka air laut sekitar 60 cm pada 17.27 WIB. Selain itu terpantau dari saksi mata di lapangan ketinggian muka air laut menjadi 1,5 meter di lapangan pantai Palu.

“Namun setelah kami pantau Tsunami datang, terlihat air naik semakin surut dan akhirnya dengan surutnya air, maka peringatan dini tsunami kami akhiri pada pukul 17.36 WIB atau 18.36 WITA. Memang benar Tsunami terjadi dengan ketinggian 1,5 meter tapi sudah berakhir di 17.36 WIB,” ujarnya.

Dwikorita juga menyatakan pihaknya melakukan pemutakhiran data bahwa Gempa Donggala yang terjado pada pukul 17.02 WIB berkekuatan 7,4 skala richter, dari sebelumnya 7,7 skala richter. Pusat gempa tersebut terjadi pada 0,2 lintang selatan dan 119,89 bujur timur, serta kedalam 11 km. Pusat gempa tersebut berjarak 25 km timur laut dari Donggala, Sulawesi Tengah.

Mari kita doakan saudara kita di Sulawesi Tengah. Semoga selalu dalam keadaan selamat dan baik-baik saja. Jangan lupa salurkan kepedulianmu melalui lembaga-lembaga yang bersangkutan, ya. #PrayforPalu #PrayforDonggala


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *