fbpx

Investasi bodong hingga September 2018, Satgas Waspada Investasi setidaknya telah menghentikan 108 entitas investasi bodong. Jumlah ini meningkat bila dibandingkan tahun lalu, lho. Sepanjang 2017 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tercatat menghentikan 80 investasi bodong.

Terbaru, Satgas Waspada Investasi kembali menghentikan 10 entitas jasa keuangan yang ilegal alias investasi bodong. Kebanyakan entitas tersebut berdiri tanpa mengantongi izin resmi dari OJK.

Keberadaan entitas tersebut tentu sangat merugikan. Tak sekadar merugikan masyarakat yang tertipu, keberadaan mereka juga dapat menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan.

Seperti dikutip dari harian Kontan, Tongam L. Tobing selaku Ketua Satgas Waspada Investasi menuturkan bahwa pihaknya telah melakukan pengamatan terlebih dahulu sebelum melakukan tindakan.

“Satgas telah melakukan analisis terhadap kegiatan usaha entitas tersebut dan berdasarkan aturan hukum yang berlaku menyatakan bahwa entitas tersebut harus menghentikan kegiatannya.”

Dari 10 entitas yang dihentikan oleh Satgas Waspada Investasi, kebanyakan merupakan perusahaan pialang berjangka. Kemudian terdapat pula perusahaan MLM hingga penipuan berkedok undian berhadiah.

Tercatat OJK telah menghentikan 10 Entitas Investasi Bodong. Berikut ini data yang kami ambil dari satgas investigasi OJK.


Masyarakat Turut Ikut Menyuburkan Investasi Bodong

Adanya investasi bodong sebenarnya juga didukung oleh masyarakat yang kurang paham soal investasi. Tongam menuturkan bahwa salah satu yang alasan yang membuat investasi bodong bisa terus bermunculan justru disebabkan oleh masyarakat sendiri.

Lebih banyaknya entitas bodong yang dihentikan tahun ini dibanding tahun lalu bisa menjadi salah satu gambaran dari ketidakwaspadaan masyarakat.

Pertanyaan besar lalu muncul, kenapa masyarakat masih mudah tergiur oleh iming-iming entitas bodong?

Seperti dikutip dari laman finansialku, Tongam menyatakan bahwa salah satu penyebabnya adalah ketidakpahaman masyarakat itu sendiri:

“Investasi bodong bisa berkembang karena pelaku memanfaatkan kekurangpahaman sebagian anggota masyarakat terhadap investasi dengan menawarkan imbal hasil atau keuntungan yang tidak wajar.”

Senada dengan Tongam, penasihat perencanaan keuangan Eko Endarto menilai bahwa masyarakat masih belum mempunyai pengetahuan memadai mengenai investasi. Hal inilah yang kemudian menjadi celah berkembangnya investasi bodong.

Dikutip dari harian Kontan, Eko mengatakan bahwa masyarakat memiliki keinginan yang tinggi untuk mengembangkan dananya, namun sayangnya tidak mempunyai pemahaman yang mencukupi.

“Masyarakat lebih kenal perbankan, sehingga tawaran imbal hasil atau bunga itu dianggap menarik dan sama dengan investasi.”

Padahal secara logika, bila tawaran investasi memiliki keuntungan yang melebihi bunga maksimal dan waktunya singkat sudah jelas mencurigakan dan patut diwaspadai.

Agar Anda bisa menentukan mana perusahaan yang patut dipercaya dan mana yang tidak, perkayalah wawasan Anda tentang dunia investasi.

Banyak-banyak baca artikel maupun referensi lainnya yang bisa menjadi pegangan atas keputusan investasi yang akan kamu ambil. Salah satunya dengan berkunjung ke laman website Portofolio. Kalau kamu ingin tahu investasi apa yang tepat untuk dirimu, cek websitenya. Pelajari caranya!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *