fbpx

Salah satu produk asuransi yang cukup banyak diburu adalah unit link. Produk asuransi ini menyediakan polis asuransi untuk biaya tak terduga di kemudian hari. Produk ini memang menawarkan dua keuntungan sekaligus. Pertama, memperoleh proteksi asuransi untuk melindungi diri atau barang dari kejadian tak terduga di masa depan. Sedangkan di sisi lain, nasabah akan mendapatkan manfaat investasi yang bisa menambah aset. Hal ini yang membuat produk ini mudah memikat masyarakat dan akhirnya laris manis.

Ada beberapa syarat yang harus diurus saat kamu memutuskan membeli produk ini. Salah satunya dalam hal biaya. Berikut Tim Portofolio bagikan ulasan biaya yang harus kamu bayar ketika bergabung asuransi unit link.

Biaya Administrasi

Dilansir dari laman cermati.com, komponen biaya ini terus dikenakan kepada pemegang polis selama polis tersebut masih berlaku. Besarnya biaya yang dibayarkan tergantung dari kebijakan masing-masing perusahaan asuransi, dan sistem pembayarannya bisa dalam perhitungan bulanan maupun tahunan.

Biaya Alokasi Premi

Pada awal pembelian produk asuransi unit link, biaya ini dikenakan pada pemegang polis. Hal yang kurang menyenangkan untuk produk unit link adalah biaya ini juga dipungut tiap dana yang dialokasikan ke produk investasi.

Belum lagi premi kamu bayarkan akan dipotong biaya pemeliharaan polis (atau sering disebut biaya akuisisi).

Pada umumnya besarnya biaya akuisisi akan berjenjang. Berikut ini contoh biaya akuisisi (ini hanya contoh, setiap produk memiliki komposisi biaya akuisisinya masing-masing):

Biaya akusisi tahun 1 sebesar 100%
Biaya akusisi tahun 2 sebesar 55%
Biaya akusisi tahun 3 sebesar 10%
Biaya akusisi tahun 4 sebesar 10%
Biaya akusisi tahun 5 sebesar 10%
Biaya akuisisi tahun 6 dan seterusnya sebesar 0%

Biaya akuisisi dikenakan atas premi dasar. Apa saja fungsi biaya akuisisi? Biaya akuisisi pada asuransi unit link digunakan untuk membiayai operasional perusahaan asuransi jiwa dan termasuk di dalamnya komisi agent.

Biaya Pengelolaan Investasi

asuransiallianzkita.wordpress.com

Selain kedua biaya diatas, demi keuntungan produk yang dipasarkan, biasanya perusahaan asuransi masih mengutip biaya pengelolaan investasi. Besaran biaya yang harus ditanggung pemegang polis bisa bervariasi sampai maksimal 3 persen per tahun berdasarkan harga unit. Nominal biaya juga tergantung dari jenis investasi yang dipilih, besarnya dana kelola, dan margin keuntungan yang diharapkan oleh perusahaan asuransi. Hm, lumayan juga bukan?

Catatan lainnya, selain biaya diatas, jika kamu bandingkan ternyata alokasi preminya lebih mahal dari investasi murni. Makanya, pada beberapa kasus ada beberapa orang kecewa. Selain karena mahal biaya yang harus dibayar, manfaat produk yang diterima nasabah juga kecil. Dan repotnya lagi nasabah tak bisa mengakses kemana uangnya diinvestasikan sehingga mirip posisi “given”, terima saja apa adanya dari investasi yang dijalankan oleh perusahaan asuransi.

Baca Juga: Akibat Gempa NTB, Klaim Asuransi Diperkirakan Lebih Dari Rp 100 M

Kalau sudah tahu begitu, apakah kamu masih tertarik untuk membeli produk asuransi unit link? Coba kasih pendapatmu di kolom komentar!


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *