fbpx

Pekerjaan freelance, mungkin bagi beberapa orang yang memiliki pekerjaan tidak tetap membuat mereka berpikir ulang untuk tidak perlu melakukan investasi. Padahal fakta di lapangan berkata sebaliknya. Bukan berarti ketika freelance, kamu tidak bisa kaya raya. Apalagi di era digital seperti sekarang, banyak yang memilih untuk menjadi freelancer. Walaupun penghasilannya tidak menentu, menjadi freelancer bukan berarti berpenghasilan lebih sedikit dibanding pekerja tetap.

Apabila sedang banyak proyek, penghasilan para freelancer bisa lebih banyak lho ketimbang karyawan biasa!

Nah jadi tak ada alasa untuk tidak berinvestasi ketika kamu bekerja freelance. Berikut ini cara investasi yang benar bagi kamu yang bekerja freelance!

Bekerja Freelance, Perlu Investasi?

Sebelum lebih jauh membahas soal bagaimana cara investasi bagi freelance, sadari dulu bahwa pekerja freelance juga butuh investasi. Siapapun yang sudah berpenghasilan, baik karyawan tetap maupun freelancer, baik tua maupun muda, baik yang sudah menikah dan yang masih lajang, perlu memiliki tabungan dan investasi!

Hal ini bertujuan memberikan kehidupan yang nyaman, tenang, dan bahkan memerdekakan secara finansial di masa depan.

Tapi masalahnya pemasukan freelance masih sedikit. Bahkan hanya bisa menabung kurang lebih hanya satu juta per bulan. Kenyataan seperti ini seharusnya tidak lantas menjadi bumerang untuk tidak investasi.

Jangan khawatir, masih ingat ‘kan dengan jargon “sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit”? Ya, jargon ini yang paling tepat untuk menjawab kekhawatiran kamu.

Lebih baik sedikit daripada tidak sama sekali! Kamu sebagai freelancer juga ingin bisa meraih kebebasan finansial bukan?

Strategi #1
Atur Cashflow

Penghasilan seorang freelancer itu tidak tetap, kadang dapat, kadang gak. Kalaupun dapat, angkanya juga seringkali tidak selalu sama tiap bulan. Sementara, pengeluaran tiap bulan biasanya tetap.

Untuk itu kamu perlu mengatur cashflow supaya pengeluaran ettap bisa dibayar dari pemasukan tidak tetap. Bagaimana caranya? Dengan membuat perkiraan cashflow selama 1-2-3 bulan ke depan. Perkirakan dengan baik kapan kamu akan mendapatkan penghasilan dan kapan kamu akan menggunakan penghasilan tersebut untuk membayar setiap pos pengeluaran.

Ini memang tidak mudah, apalagi kamu sebetulnya masih belum tahu persis kapan kamu benar-benar akan mendapatkan penghasilan. Tetapi memiliki asumsi berupa perkiraan – walaupun salah – masih jauh lebih baik daripada tidak ada perkiraan sama sekali.

Strategi #2
Stabilkan Penghasilan

Sebagai seorang freelancer, penghasilanmu seringkali tidak tetap. Ya, mungkin tiap bulan kamu akan mendapat penghasilan dengan angka naik-turun. Untuk itu yang bisa kamu lakukan sekarang adalah berusaha supaya penghasilan yang kamu dapatkan setiap bulan bisa stabil.

Caranya yakni dengan terus aktif melakukan kegiatan seperti promosi, public relation, marketing, networking atau apapun sehingga setiap bulan akan ada saja yang order ke kamu. Mungkin di bulan-bulan pertama hasilnya tak akan langsung keliatan, tapi kalau kamu fokus dan konsisten, pasti akan terlihat hasilnya. Yang terpenting, stabilkan penghasilan kamu.

Strategi #3
Sesuaikan Strategi

Berbicara strategi, strategi pertama yang harus kamu lakukan adalah memastikan kamu mempunyai manajemen keuangan yang jelas.

Jika seseorang tidak mempunyai manajemen keuangan yang jelas, maka jumlah pemasukan dan pengeluarannya pun akan berantakan. Apalagi untuk seorang freelancer yang pendapatannya tidak sama setiap bulan.

Strategi #4
Pilih Investasi yang Sesuai Passion

Karena para freelancer biasanya mempunyai jiwa petualang dan idealisme tinggi, maka pilihlah investasi yang sesuai dengan passion.

Misalnya, jika kamu menjalankan pekerjaan di bidang desain, maka kamu bisa berinvestasi di bidang yang sama. Misalnya, investasi di waralaba yang bergerak dalam bidang desain.

Strategi #5
Berinvestasilah Pada Beberapa Usaha Berbeda

Meskipun ketika awal berinvestasi kamu harus fokus pada satu bidang atau jenis, tetapi ketika yang pertama sudah berjalan tidak ada salahnya menanam uang lagi.

Misalnya jika investasi yang pertama adalah waralaba, maka kamu dapat menanam modal di instrumen lain setelah waralabanya berjalan stabil.

Strategi #6
Bedakan Antara Tabungan dan Investasi

Ada dua hal yang berbeda di antara tabungan dan investasi, yaitu soal mudah tidaknya diambil (likuiditas).

Berbeda dengan investasi yang uangnya bisa diambil setelah proyeksi waktu tertentu, tabungan lebih fleksibel jika kamu membutuhkan dana darurat.

Oleh karena itu, jika ada dana lebih, simpan uang di rekening bank selain diinvestasikan ke suatu instrumen.

Strategi #7
Rinci Segala Inventaris

Melakukan inventarisasi adalah hal yang sangat penting, tidak hanya ketika di kantor atau instansi tetapi juga secara personal.

Berapa banyak benda berharga yang dimiliki dan bagaimana cara memperolehnya? Apakah melalui pemberian, membeli sendiri secara tunai atau kredit?

Ketika berhasil melakukan inventarisasi barang-barang pribadi, maka kamu dapat membuat daftar kekurangan dari benda yang belum terbeli tetapi dibutuhkan.

Baca Juga: Ketahuilah 5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Investasi

Source: https://www.finansialku.com/penghasilan-tidak-tetap-perlukah-berinvestasi/


1 Comment

Ingin Traveling ke Eropa, Coba 4 Investasi Ini Untuk Mewujudkannya · August 24, 2018 at 5:50 PM

[…] Baca Juga: Pekerjaan Freelance, Perlukah Investasi? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *