fbpx

Investasi dibutuhkan di masa depan. Investasi merupakan cara yang paling banyak dipilih oleh para pelaku bisnis untuk mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang panjang. Sebelum melakukan investasi seorang pelaku bisnis harus merencanakan tujuan investasi yang jelas dan matang.

Ada dua macam cara yang bisa dilakukan untuk melakukan investasi, yaitu investasi pada aset riil dan investasi ada aset keuangan. Investasi pada aset riil biasanya dilakukan dengan membeli aset bisnis langsung seperti pembelian emas atau properti, properti tersebut biasanya berupa tanah, rumah, dan lain-lain.

Sedangkan untuk investasi pada aset keuangan bisa dilakukan dengan cara membeli saham, deposito, reksadana dan sebagainya. Investasi pada umumnya tidak memiliki resiko yang besar namun tetap menjanjikan keuntungan yang sangat menggiurkan.

Nah sebelum kamu memilih jenis investasi apa yang tepat untuk masa depan, 4 hal ini harus kamu cermati terlebih dahulu.

1. Tujuan Investasi

Sebelum melakukan investasi ada baiknya jika kamu merencenakan tujuan investasi yang jelas. Jika kamu memiliki tujuan yang jelas dan dijalankan secara sistemastis maka besar kemungkinan bisnis yang kamu kelola pun akan berjalan dengan lancar hingga mencapai kesuksesan.

Banyak pelaku investasi yang mengalami kegagalan dikarenakan hanya memikirkan keuntungan yang akan diraihnya akan tetapi tidak merencanakan tujuan investasi yang jelas dan sistemastis.

Salah satu perencanaan investasi yang baik adalah dengan merencanakan pola keuangan bisnis investasi yang memadai agar bisnis yang Anda jalankan nantinya tidak akan terganggu oleh kendala-kendala keuangan yang tidak perlu.

Periksa jangka waktu pengembalian investasi. Jangka waktu pengembalian investasi atau payback period adalah seberapa cepat investasi akan memberikan imbal hasil untuk Anda. Semakin cepat sebuah investasi memberikan imbal hasil untuk Anda, maka semakin baik instrumen investasi tersebut.

2. Tentukan Jangka Waktu Hasil Investasi

Jangka waktu pengembalian hasil investasi ini biasanya ditentukan oleh tujuan investasinya; apakah untuk investasi jangka pendek, menengah, atau panjang.

Misalnya, sebuah instrumen investasi membutuhkan waktu lama sampai dengan 10 tahun atau lebih, bagi mereka yang memang mencari manfaat investasi jangka panjang memang itulah yang dibutuhkan. Carilah produk investasi yang sesuai dengan jangka waktu pengembalian yang diinginkan.

3. Sesuaikan dengan Profil Risiko

Setiap investasi tentu mempunyai risiko tersendiri. Dalam dunia investasi, risiko dibagi menjadi dua. Yang pertama, risiko eksternal merupakan risiko yang dapat dialami seorang investor, di mana faktor pencetusnya berasal dari luar lingkungan investasi. Contoh risiko eksternal misalnya bencana alam atau kebijakan pemerintah seperti perpajakan atau kurs suku bunga.

Yang kedua, risiko internal dapat berasal dari lingkungan investor itu sendiri. Misalnya, kinerja perusahaan pialang, persaingan antar investor, perilaku konsumen dan lain-lain. Kesimpulannya, pilihlah investasi yang memiliki risiko paling rendah.

4. Pertimbangkan Komposisi Investasi yang Terdiversifikasi

Jangan menaruh semua terlur dalam satu wadah” mungkin itulah ungkapan yang bisa Anda ambil dan terpakan sebelum melakukan investasi. Dalam berinvestasi, investor harus lakukan diversifikasi agar mencegah kemungkinan investasi tersebut tidak berjalan dengan keinginan. Difersivikasi bukan berarti eliminasi, namun berarti membagi portofolio investasi ke berbagai jenis aset dengan komposisi yang sesuai dengan profil risikonya agar menurunkan tingkat kerugian dan meningkatkan keuntungan yang didapat.

5. Pertimbangkan strategi Dollar Cost Averaging

Konsep strategi Dollar Cost Averaging atau biasa dikenal dengan DCA adalah melakukan investasi yang rutin dalam jumlah yang sama tanpa memperdulikan berapa nilai aktiva bersih saat ini dimana dengan kata lain kita sebagai investor mencicil investasi yang dilakukan. Strategi DCA bertujuan untuk mengurangi resiko yang muncul jika berinvestasi dengan cara mengalokasikan seluruh dana investasi sevara menyeluruh pada waktu yang bersamaan. Dengan DCA, kita bisa terhindar dari kerugian yang lebih besar saat pasar melesu nantinya atau dengan kata lain, walaupun strategi investasi DCA memberikan keuntungan yang lebih kecil dibandingkan investasi secara lainnya tetapi kemungkinan kita terkena imbas turunnya pasar juga semakin kecil karena DCA memperkecil volatilitas investasi yang kita jalankan.

Itulah beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum melakukan investasi. Kenali resikonya dan pilihlah media investasi yang aman untuk mendapatkan keuntungan yang sesuai dengan apa yang diharapkan.

Baca Juga: Penting Buat Ibu Rumah Tangga, Beginilah Cara Mengatur Uang Keluarga

Categories: Article

2 Comments

Pekerjaan Freelancer, Perlukah Investasi? · August 23, 2018 at 3:01 PM

[…] Baca Juga: Ketahuilah 5 Hal yang Harus Diketahui Sebelum Investasi […]

Forex Trading, Investasi Paling Keren » Portofolio Blog Indonesia · August 27, 2018 at 6:13 PM

[…] sekarang kamu tau kan kenapa Forex Trading itu jenis investasi paling keren. Jadi gimana, kamu udah kepikiran buat mulai […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *