fbpx

Iming-iming keuntungan yang besar menjadi salah satu alasan mengapa banyak orang melirik pasar modal untuk menjajal trading. Bagaimana tidak, sekali kamu meraih keuntungan bisa mendapatkan 10% hingga 20% dalam waktu yang singkat. Iming-iming keuntungan yang besar, tanpa disadari banyak orang bahwa hal tersebut berbanding lurus dengan resiko kerugian yang terjadi juga. Risiko inilah yang kerap dilupakan banyak orang sehingga mereka bisa dengan mudah menginvestasikan modalnya tanpa perhitungan.

Ketika dilihat bahwa penguatan mata uang di suatu negara, tiba-tiba langsung menginvestasikan semua modal yang dimiliki. Menebak bahwa nilai mata uang yang sedang ramai / sedang naik dan berharap nilai tersebut akan naik sampai batas maksimal tanpa menggunakan strategi dan manajemen modal. Ketika nilai mata uang tersebut berbalik arah mereka cenderung berharap hari esok akan naik kembali. Maka tak heran jika kalian akan banyak menemukan trader pemula yang langsung menginvestasikan hingga ratusan dolar dengan harapan mampu mendapatkan keuntungan dua kali lipat.

Ada 2 penyebab terjadinya hal tersebut :

Pertama: Trader tersebut tidak mau rugi/Cut Loss atau Stop Loss ketika harga nilai mata uang atau valuta asing tersebut turun. Banyak sekali trader yang mengabaikan level Stoploss dalam aktifitas trading forex. Bahkan ketika menyentuh level Stoploss Trader tersebut tidak mau sell atau menjual karena berharap harga tersebut memantul kembali dan bisa menjual dalam posisi untung. Namun yang terjadi adalah sebaliknya dari harapan trader tersebut. Nilai valuta tersebut malah turun semakin dalam. Disaat seperti inilah trader tersebut mengatakan “tidak apa-apa hitung-hitung investasi”. Namun yang disayangkan mata uang yang dibeli merupakan nilai tidak layak investasi. Semakin lama di hold, nilai tersebut semakin turun harga nya. Ini lah hal pertama yang sering terjadi pada trader pemula. Perlu diketahui pula, nilai mata uang bisa tiba-tiba naik dan turun. Ada banyak faktor yang mempengaruhinya.

Kedua: Trader tidak mau membeli ketika harga valuta sudah naik puluhan persen dan mengharapkan kenaikkannya bisa mencapai 25% lebih tanpa ada alasan yang logis. Banyak trader pemula yang tidak memahami/ tidak mempunyai rencana trading mengenai target pasar dan tidak melakukan profit taking. Mereka cenderung masih memiliki rasa ragu dan bingung. Ketika profit, trader tersebut yang tadinya 10% menjadi 5%. mereka mengatakan “Kenapa tidak saya jual saja tadi ya, ya sudah nanti kalau naik ke 10% lagi saya jual”. Sambil berharap harga akan berbalik lagi ke harga dimana mereka untung 10%, namun yang terjadi sebaliknya, harga yang diharapkan naik malah semakin turun dan akhirnya yang tadinya untung sekarang menjadi rugi. Dan hal ini juga menyebabkan trader tersebut investasi secara berlebihan.

Baca Juga: Bisnis Forex, Amankah?


1 Comment

Risiko Asia dengan Kekuatan Penuh Saat Jual-Beli TRY Berlanjut, Sesi yang Tenang di Masa Depan · August 13, 2018 at 1:04 PM

[…] Baca Juga: Untung Optimal atau Rugi Maksimal Dalam Trading Forex? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *