fbpx

Maraknya iming-iming investasi dengan profit tinggi seringkali membuat “keblinger” para calon nasabahnya.

Nggak tanggung-tanggung, total kerugian akibat investasi bodong sepanjang 2007-2017 mencapai Rp 105,81 triliun. Nilai ini berasal dari kasus investasi bodong yang sudah diperkarakan di meja persidangan.

Kalau sudah begini salah siapa? Pemerintah harus lebih memperketat ijin setiap kegiatan investasi, Anda pun juga harus jeli dalam menentukan investasi apa yang tepat dan terpercaya.

Lihat saja kasus First Travel yang mencuak akhir tahun lalu. 925 Milyar hilang dalam kasus First Travel. Otoritas Jasa Keuangan (OHK) pun menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati ketika menanamkan investasi. Pasalnya, masih banyak investasi ilegal atau biasa disebut investasi bodong yang justru malah merugikan masyarakat. Tidak tanggung-tanggung, seringkali investasi tersebut bisa menyebabkan bangkrut.

Dilangsir dari laman liputan6.com, Diputi Komisioner Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK, Anggar B Nuraini, menerangkan setidaknya ada tiga penyebab mengapa masyarakat terjebak di dalam investasi bodong. Pertama, karena rendahnya literasi keuangan masyarakat. Dari survei yang dilakukan OJK pada tahun 2013, hanya 21 orang dari 100 orang yang paham akan masalah keuangan. Jika dipersenkan 21,8 persen yang melek tentang literasi keuangan.

Oleh karena itu, sebagai lembaga pemerintah, OJK memiliki program edukasi dan literasi dengan menggandeng pemangku kepentingan seperti kementerian lembaga, pemerintah daerah, DPR, akademisi, dan jasa keuangan.

Baca Juga: Risiko Merupakan Salah Satu Masalah Dalam Investasi

Penyebab kedua adalah proses pengaduan masyarakat yang tidak berjalan dengan maksimal. Misalnya, ketika OJK mengeluarkan peraturan mengenai perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, tetapi tidak dimaksimalkan oleh konsumen. Padahal OJK telah memberikan layanan konsumen yang bisa dihubungi melalui OJK 1500655. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyampaikan informasi dan pengaduan secara gratis.

Penyebab ketiga, adalah masyarakat Indonesia yang memang mudah tergoda iming-iming janji manis. Masyarakat seringkali tidak jeli akan izin investasi. Masyarakat cenderung mudah percaya jika ada tokoh masyarakat atau tokoh agama dari figur perusahaan investasi. Bahkan mudah diimingi oleh public figur, saudara, dan teman yang sukses dengan investasi bodong tersebut.

Untuk menurunkan tingkat penipuan investasi bodong ini, maka Otoritas Jasa Keuangan sudah menandatangi nota kesampakatan dengan instansi lain seperti Kepolisian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Komunikasi dan Informasi dalam melakukan kordinasi pencegahan dugaan melawan hukum terutama dalam bidang penghimpunan dana masyarakat.

Masyarakat pun diharapkan lebih waspada dan tidak langsung percaya akan penawaran investasi dari perusahaan yang masih baru. Setidaknya pastikan dulu bahwa Anda berinvestasi di tempat atau perusahaan yang aman.


2 Comments

ABDUL WAHID · December 26, 2018 at 10:08 AM

mmmm heee
pengalaman

Beginilah 5 Cara Kelola Uang THR Lebaran Dengan Benar! » Portofolio Blog Indonesia · June 5, 2018 at 4:10 PM

[…] Baca Juga: Kena Tipu Investasi Bodong. Salah Siapa? […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *