fbpx

Japanese Candlestick, Kunci Sukses Trading

Semua atau sebagian besar pelaku bisnis pasar modal seperti forex, saham , atau option pasti familiar dengan grafik lilin jepang atau lebih dikenal dengan sebutan dalam bahasa Inggris yaitu Japanese Candlestick. Disebut Japanese Candlestick karena bentuknya yang menyerupai batang lain dan pertama kali digunakan di Jepang.

Sebelum dipopulerkan oleh Steve Nison, Japanese Candlestick merupakan metode yang dikembangkan oleh seorang bernama Munehisa Honma. Honma sendiri adalah seorang pelaku trader komoditas beras pada abad ke-18 di Jepang. Dia juga salah satu di antara orang Jepang yang paling terkenal dalam memprediksi pergerakan-pergerakan harga di masa depan.

Baca Juga Tentang Cryptocurrency

Steve Nison(Mr Candlesticks)

Perjalanan Honma menggeluti dunia komoditas dimulai Ketika dia menggantikan posisi ayahnya yang telah meninggal sebagai pengelola aset-aset keluarganya. Honma mulai mencatat pergerakan-pergerakan harga beras pada sebuah kertas. Dia menggambar pola harga pada kertas perkamen padi, mencatat harga awal atau pembukaan (open), harga teratas atau tertinggi (high), harga terendah (low), dan harga pada saat penutupan (close) setiap hari. Dari situ Honma melihat pola dan sinyal berulang pada balok-balok harga yang dia gambar dan memberinya nama seperti pada nama pola grafik japanese candlestick yang kita kenal sekarang.

Baca Juga Swing Trading

Pada tahun 1987 Steve Nison menemukan grafik candlestick ini saat berkenalan dengan seorang pialang warga Jepang, dan mulai ia perkenalkan ke dunia barat melalui bukunya ”Japanese Candlestick Charting Techniques”. Dan sampai saat ini grafik candlestick telah digunakan secara luas diseluruh dunia dan digunakan oleh banyak trader.

Source: Nison, Steve (2010). Japanese Candlestick Charting Techniques. New York: New York Institute of Finance


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *